JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Untuk Kasus Proyek Fiktif Jabung, Polres Sragen Tunggu Jawaban Pemerintah Provinsi Jawa...

Untuk Kasus Proyek Fiktif Jabung, Polres Sragen Tunggu Jawaban Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

128
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Penyidik Reskrim Polres Sragen menyatakan tinggal menunggu jawaban tertulis dari Pemprov Jateng untuk melanjutkan penyidikan kasus dugaan penipuan bermodus tarikan dana untuk proyek fiktif  P2OA APBD Jateng Tahun 2014 yang melibatkan Kades Jabung, Plupuh berinisial TRY.

Surat tertulis itu diperlukan untuk melengkapi berkas kasus tersebut yang sudah resmi dinaikkan ke tingkat penyidikan.

“Sudah tinggal menunggu jawaban tertulis dari Pemprov Jateng. Kemarin baru secara lisan dan ini menunggu tertulisnya,” papar penyidik Reskrim Polres Sragen yang enggan disebut identitasnya, Rabu (30/9/2015).

Perihal penetapan tersangka, saat ini memang belum dilakukan lantaran masih menunggu penyidikan lebih lanjut dan surat tertulis tersebut.

Surat dari Pemprov tersebut perihal jawaban dari pejabat yang membidangi dan menegaskan bahwa tidak pernah ada proyek dari program P2OA yang dijadikan dalih Kades TRY untuk menarik iuran warga sebesar Rp 15 juta.

Kapolres Sragen, AKBP Ari Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Windoyo sebelumnya mengungkapkan status penyidikan itu ditetapkan menyusul hasil gelar perkara yang dilakukan beberapa waktu lalu. Perihal dokumen dan bukti serah terima uang sebesar Rp 15 juta dari warga ke Kades, saat ini memang sudah diamankan oleh penyidik.

Namun saat ditanya apakah sudah ada penetapan tersangka, Windoyo mengatakan sejauh ini penyidik masih mengintensifkan penyidikan kasus tersebut dan dalam proses.

Terpisah, kuasa hukum LP3HI Solo yang mengawal kasus ini, Dwi Nurdiansyah mendesak penyidik bisa secepatnya bisa menetapkan tersangka dan menuntaskan kasusnya.

Sebab, kendati nominal uang dari warga hanya Rp 15 juta, penuntasan kasus ini akan membawa dampak signifikan terhadap psikologis warga selaku korban serta efek jera bagi mentalitas perangkat utamanya Kades.

Adanya proses hukum diharapkan menjadi pelajaran bagi Kades Jabung atau Kades lainnya agar tidak seenaknya mengeruk dana atau keuntungan dengan cara-cara yang merugikan masyarakat.

Wardoyo