Usai Cuci Tangan, Jangan Gunakan Handuk yang Digantung di Wastafel

Usai Cuci Tangan, Jangan Gunakan Handuk yang Digantung di Wastafel

115
Siswa Sekolah Dasar mengikuti peringatan hari cuci tangan dengan sabun, Kamis (23/10/2014) di Halaman Balaikota Solo | Foto: Maksum N F
Siswa Sekolah Dasar mengikuti peringatan hari cuci tangan dengan sabun, Kamis (23/10/2014) di Halaman Balaikota Solo | Foto:  Joglosemar/Maksum N F

PERTANYAAN yang muncul dengan budaya cuci tangan adalah apakah perlu mengeringkan tangan sesudah cuci tangan?

Mengeringkan tangan perlu karena percuma cuci tangan tanpa dikeringkan. Mengeringkan tangan harus menggunakan media sekali pakai, misalnya handuk kertas atau handuk kain sekali pakai.

Biasanya ada handuk kain yang digantungkan di dekat wastafel. Apakah itu masih layak dipakai berkali-kali?

Baca Juga :  Ini Semangat Juang Penderita Kanker Payudara yang Patut Diapresiasi

Jawabannya adalah tidak. “Karena handuk seperti itu justru semakin menyebarluaskan mikroorganisme yang mungkin masih ada bila cara cuci tangan kita tidak benar,” papar Dokter Ruang Rawat Intensif Rumah Sakit (RS) Dr Oen Surakarta, dr Antonius Budi Santoso kepada Joglosemar.

“Kebersihan tangan sebenarnya dapat dijaga hanya dengan cuci tangan. Cara sederhana namun besar manfaatnya. Bila tangan terlihat kotor, ya cuci tangan pakai sabun, tapi kalau tidak terlihat kotor, cukup dibersihkan dengan cairan pembersih tangan (hand rub) yang banyak dijual di pasaran,” tambahnya.

Baca Juga :  Reaksi DPRD Sragen Mendengar Banyak Ibu Melahirkan di Jalan Gilirejo Baru

Murniati

BAGIKAN