JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Usai Garuda dan PLN, Rizal Ramli Kini Kritik Pertamina

Usai Garuda dan PLN, Rizal Ramli Kini Kritik Pertamina

75
BAGIKAN
Rizal Ramli (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Rizal Ramli (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman mengkritisi rencana PT Pertamina (Persero) untuk membangun fasilitas penyimpanan atau “storage” minyak.

“Kami laporkan, kemarin ada rapat bersama Presiden dan menteri-menteri. Lalu ada keinginan untuk Pertamina untuk membangun storage supaya stok operasional naik dari 18 hari ke satu bulan,” katanya dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR, di Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Rizal melanjutkan, ternyata pembangunan tempat penyimpanan minyak itu diprediksi memerlukan biaya 2,4 miliar dolar AS.

Namun, kata dia, Pesiden dan para menteri memutuskan, proyek tersebut bukan prioritas lantaran pasokan minyak yang setengahnya diimpor itu tidak seharusnya memberatkan keuangan perseroan.

“Kita membeli setengah juta barel minyak mentah setiap hari, membeli setengah juta finished oil setiap hari, ngapain kita bikin storage? Siapa yang jual barang ke Indonesia, mereka yang (harus) bikin storage-nya,” katanya.

Rizal mengusulkan, agar pembangunan tempat penyimpanan minyak bisa dilakukan oleh pihak yang mengimpor minyak ke Indonesia. “Atau diatur supaya kita cuma bayar biaya aksesnya,” katanya.

Menurut dia, dengan demikian, pengeluaran Pertamina bisa dihemat 2,4 miliar dolar.

Sebelumnya, dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi, Selasa (8/9/2015), kepala negara mengarahkan agar hingga tahun depan segera disiapkan pembangunan kilang dan tempat penyimpanan minyak agar pemerintah sudah memiliki fasilitas memadai pada 2018.

Sebelumnya, Rizal Ramli juga mengkritisi rencana Garuda yang akan membeli banyak pesawat serta program listrik 35.000 MW, termasuk sistem pulsa prabayar PLN.

Ade Irma Junida | Antara