Warga Desa Blagung Dibakar, Benarkah Boyolali Sudah Tak Aman?

Warga Desa Blagung Dibakar, Benarkah Boyolali Sudah Tak Aman?

347
Ilustrasi
Ilustrasi

BOYOLALI- Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polisi Boyolali meminta agar kasus kekerasan yang menimpa warga Desa Blagung, Kecamatan Simo oleh sejumlah orang termasuk di antaranya oknum polisi, menjadi perhatian bersama.

Agus Ali Rosidi, Ketua Senkom Boyolali menegaskan, penganiayaan yang dilatarbelakangi kecurigaan kasus pencurian tersebut, tidak lepas dari maraknya kejadian pencurian di Boyolali belakangan ini, terutama kasus pencurian sepeda motor (Curanmor). Meski demikian, Agus menegaskan para pelaku penganiayaan harus ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Menurut Agus, saat ini pelaku tindak pencurian semakin nekat beraksi tidak kenal waktu dan tempat, serta menggunakan berbagai modus. Di Kecamatan Nogosari misalnya, warga yang tengah salat subuh pun digasak sepeda motornya beberapa waktu lalu. Untung saja pencurian tersebut berhasil digagalkan karena keburu ketahuan.

Kondisi ini tentu meresahkan masyarakat. Meski demikian Agus menegaskan, masyarakat dilarang keras main hakim sendiri. Jika kemudian ada kecurigaan atau kejadian, warga diminta untuk melaporkan ke petugas berwajib untuk penyelidikan.

Baca Juga :  Tujuh Pejabat Baru Sragen Ditantang Sejumlah Tugas Berat, Begini Kata Bupati

“Ini memunculkan keprihatinan dan butuh langkah antisipasi agar jangan sampai menjadi fenomena Boyolali tidak aman,” tutur Agus, Selasa (15/9/2015).

Langkah antisipatif lanjut Agus, salah satunya yakni dengan menghidupkan kembali kegiatan Siskamling di setiap desa hingga tingkat RT. Di sisi lain, jajaran Polres Boyolali juga diminta untuk meningkatkan upaya pengamanan, di antaranya dengan mengintensifkan patroli. Menurut Agus, peningkatan patroli terutama pada patroli secara tertutup di jam-jam dan di lokasi yang rawan terjadi kejahatan.

Selain itu, Senkom juga mendorong agar jajaran Babinkamtibmas di setiap desa, agar meningkatkan kerja sama dengan pihak desa setempat. Selain menghidupkan kembali Siskamling, juga meningkatkan sosialisasi permasalahan hukum kepada masyarakat.

“Diakui apa tidak, banyak kejadian yang ternyata tidak dilaporkan ke polisi. Dengan sosialisasi persoalan hukum,  diharapkan masyarakat menjadi lebih sadar hukum. Terpenting, upaya penyadaran masyarakat agar tidak main hakim sendiri,” papar Agus.

Di lain pihak, merebaknya kasus pencurian ini menurut Agus dimungkinkan efek jera hukuman yang dijatuhkan kurang mengena. Terkait ini pihaknya berharap supaya pelaku diberikan hukuman berat sesuai dengan ketentuan. Bahkan jika diperlukan, jika pelaku terbukti melakukan kejahatan lebih dari satu locus, tentunya bisa dikenakan pasal berlapis.

Baca Juga :  Ini Semangat Juang Penderita Kanker Payudara yang Patut Diapresiasi

Terpisah, terkait kasus penganiayaan yang melibatkan oknum polisi, Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono menegaskan, pihaknya masih mendalami kasus ini. Jika terbukti keterlibatan oknum tersebut, yang bersangkutan selain dapat dikenai pidana umum juga sanksi kode etik Polri.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua warga Desa Blagung, Kecamatan Simo yakni Edi Susanto (18) dan M Syaiful Anwar (15), menjadi korban penganiayaan enam orang tersangka, satu di antaranya oknum polisi.

Korban Edi bahkan mengalami luka bakar serius dan harus dirawat intensif di rumah sakit (RS). Kasus penganiayaan tersebut bermula atas kecurigaan para tersangka kepada korban yang diduga telah mencuri di rumah salah satu tersangka.

Ario Bhawono

BAGIKAN