JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Warga Grobogan Temukan Fosil Kerbau Raksasa

Warga Grobogan Temukan Fosil Kerbau Raksasa

438
Ditemukan Fosil Kepala Kerbau Berukuran Raksasa di Grobogan. Foto: tribunjateng/putut dwi putranto
Ditemukan Fosil Kepala Kerbau Berukuran Raksasa di Grobogan. Foto: tribunjateng/putut dwi putranto

GROBOGAN – Warga Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, digemparkan dengan penemuan fosil yang menyerupai kepala kerbau berukuran raksasa, Rabu (09/09/2015) petang. Fosil yang ditemukan oleh seorang warga setempat di sungai lusi itu, berukuran tiga kali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran kepala kerbau pada umumnya.

Penemu fosil, Budi Setyo Utomo (35), menuturkan, dirinya menemukan fosil tersebut saat mencari ikan di Sungai Lusi yang tak jauh dari rumahnya beberapa waktu yang lalu. Saat itu, kata Budi, dirinya yang sedang berenang di tengah aliran sungai tak sengaja menginjak benda keras. Benda yang cukup memancing rasa penasarannya itu kemudian ditelusuri.

” Saat saya berenang di sungai, saya terkaget karena menginjak sesuatu benda. Karena penasaran saya lalu mencoba mengeceknya. Saat itu kedalaman air sungai sekitar 60 cm dan saya tepat berada di tengah-tengah sungai. Saya lalu menyelam dan menggalinya. Dan ternyata benda itu bertanduk seperti kepala kerbau. Saya temukan sepuluh hari lalu sekitar pukul tiga sore, ” terang Budi saat ditemui Tribun Jateng.

Karena ukuran benda yang ditemukannya itu cukup besar, maka Budi meminta bantuan warga untuk mengeluarkannya dari dasar sungai. Setidaknya fosil yang terpendam sedalam 50 cm di dalam lumpur sungai itu, sambung Budi, masih dalam keadaan utuh. Dengan kata lain, kepala serta tanduk fosil itu masih menyatu kuat.

” Hanya saja fosil saat itu tertutup lapisan batu yang mengkristal. Sesampainya di rumah, saya lalu mencoba membersihkan lapisan batu itu secara perlahan. Saya tak menyangka bisa menemukannya. Saya pun tak berfirasat apa-apa. Bahkan selang beberapa hari, saya juga menemukan beberapa fosil serupa tapi kondisinya sudah tidak utuh lagi, ” ungkap Budi.

Untuk ukuran panjang setiap tanduk fosil mirip kerbau itu mencapai 115 cm dengan lebar 17 cm. Adapun untuk panjang kepala fosil mencapai 65 cm dengan lebar 35 cm. Guna mengantisipasi hal yang tak diinginkan, fosil tersebut kini diamankan di kediaman Kepala Desa Banjarejo, Ahmad Taufik.

” Kalau dilihat dari kondisinya, ini fosil mirip kepala kerbau. Tentunya kerbau purba karena ukurannya yang tidak lazim. Saya sudah berkoordinasi dengan arkeolog dari UNS yakni Profesor Sahid Teguh Widodo. Katanya beliau akan ke Desa kami untuk mengeceknya, ” kata Ahmad.

Secara turun temurun masyarakat meyakini bahwa wilayah Desa Banjarejo dulunya merupakan peradaban kerajaan Medang Kamulan. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya secara bertahap benda-benda peninggalan bersejarah seperti emas dan permata sebagai perhiasan jaman kerajaan, ribuan koin kuno seberat 150 kilogram, arca kepala Budha serta batu bata kuno.

Balai Arkeologi Yogyakarta, kata Ahmad, telah berulangkali melakukan penelitian di Desa Banjarejo sejak bertahun-tahun. Bahkan tahun ini, sambung Ahmad, Balai Arkeologi Yogyakarta berencana akan melakukan pemetaan lokasi kerajaan di Desa Banjarejo.

“Nenek moyang kami bercerita jika dahulu Desa ini adalah tempat Aji Saka melawan kekuasaan Prabu Dewata Cengkar. Sayangnya emas dan perhiasan yang ditemukan selalu dijual oleh warga, ” jelas Ahmad.

Tribunjateng

BAGIKAN