Warga Jomboran Minta Pemerintah Singkirkan Gunung Sampah ke Joho

Warga Jomboran Minta Pemerintah Singkirkan Gunung Sampah ke Joho

133
Tumpukan sampah di bekas TPA Jomboran Klaten | Dani Prima
Tumpukan sampah di bekas TPA Jomboran Klaten | Dani Prima

KLATEN – Warga Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah meminta Pemerintah Kabupaten Klaten segera merelokasi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jomboran. Menurut warga relokasi sampah di TPA Jomboran tersebut paling tepat dilakukan saat musim kemarau seperti ini.

“Sampahnya sudah numpuk sampai setinggi 12 meter. Dulu, pemerintah berjanji memindahkan. Sebaiknya ya waktu musim kemarau seperti ini, karena kering dan meminimalkan bau,” ujar Agung, Kepala Desa Jomboran, Minggu (20/9).

Menurut Agung,  warga khawatir sebab tumpukan sampah sejak beberapa bulan dibiarkan mangkrak. Sampah tidak diurus dan tidak direlokasi setelah warga demo meminta penutupan TPA.

Baca Juga :  Ini Semangat Juang Penderita Kanker Payudara yang Patut Diapresiasi

Agus melanjutkan, sejak didemo warga sekitar lima bulan lalu, TPA Jomboran dibiarkan terbengkalai. Tidak ada aktivitas relokasi ke TPA Joho oleh Pemkab. Para pemulung pun sudah enggan ke lokasi sebab sampah hanya sampah lama. Padahal jumlah sampah di TPA itu masih sangat banyak.

Sedangkan di sisi utara TPA itu terdapat sungai yang mengalir ke wilayah padat penduduk di Desa Jomboran,Gumulan dan Kalikotes. Jika hujan turun, sampah dikhawatirkan akan longsor ke sungai atau menyebarkan bau busuk dan menyebabkan pencemaran udara.

“Oleh karena itu, kami meminta Pemkab untuk melakukan antisipasi dengan cara direlokasi ke TPA Joho yang ada di Kecamatan Prambanan,”tegasnya.

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Satu Panggung untuk Keragaman Bangsa

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Miniral (DPU ESDM) Klaten, Abdul Mursyid mengatakan, pihaknya dan Pemkab Klaten  akan bertanggungjawab dan segera melakukan relokasi sampah di TPA Jomboran. ”Akan tetapi kami menunggu situasi kondusif setelah demo warga,”ujarnya.

Abdul melanjutkan, pihaknya berencana memberdayakan TPA tetapi menunggu waktu yang tepat.”Nantinya akan kita fungsikan kembali gedung penggolahan sampah disana untuk pembuatan kompos, sehingga jumlah sampah disana bisa berkurang. Tapi kami masih menunggu waktu dan persetujuan anggran dulu,”tuturnya.

Dani Prima

 

BAGIKAN