Warga Melihat Tas Cangklong Bergerak Sendiri. Ternyata Isinya Bayi

Warga Melihat Tas Cangklong Bergerak Sendiri. Ternyata Isinya Bayi

99
Bayi yang ditemukan di area persawahan Karanganyar tengah menjalani perawatan | Foto: Joglosemar/Rudi Hartono
Ilustrasi Bayi | Foto: Joglosemar/Rudi Hartono

JOGJA– Warga Wukirharjo Prambanan Sleman dikejutkan dengan penemuan bayi yang dibuang di pinggir jalan perkampungan, Minggu (6/9/2015) sore.

Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi hidup dan sehat oleh dua orang yang baru pulang dari sawah.

Kapolsek Prambanan Sleman Kompol Yurianto menceritakan kejadian bermula saat Arini (37) dan Ginem (80) keduanya warga Wukirharjo Prambanan Sleman pulang dari sawah sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat melewati jalan perkampungan keduanya melihat sebuah tas cangklong berwarna hitam yang bergerak di pinggir jalan.

Baca Juga :  Bawa Lari Enam Sapi dan Tipu Belasan Peternak di Tanon, Polres Sragen Kejar Sindikat Ini

Saat menengok isi tas tersebut betapa kagetnya mereka mendapati sesosok bayi laki-laki yang masih hidup berbalut kain batik, keduanya pun segera melaporkan penemuan tersebut kepada warga yang lain kemudian ke Polsek Prambanan.

“Begitu mendapat laporan kita langsung meluncur ke lokasi, ternyata bayinya masih hidup dan sehat lalu kita bawa ke RSUD Prambanan supaya mendapatkan perawatan yang lebih baik,” jelas Yurianto, Senin (7/9/2015).

Bayi laki-laki tersebut diperkirakan baru saja lahir sekitar 2 jam sebelum ditemukan, saat ditemukan bayi dengan berat 2,3 kg dan panjang 46 cm tersebut dalam kondisi sehat dan bersih.

Baca Juga :  Satu Ponpes di Karanganyar Urungkan Niat Tolak Imunisasi Rubella

Tidak ada surat atau keterangan apapun yang ditemukan bersama bayi tersebut.

“Kita kumpulkan keterangan dari warga Wukirharjo dan sekitarnya tidak ada yang merasa kehilangan, jadi kemungkinan besar bayi tersebut dibawa orang dari luar daerah dan ditinggal supaya ditemukan,” tambahnya.

Saat ini bayi tanpa dosa tersebut masih berada di RSUD Prambanan dan dirawat sementara oleh Kepala Dukuh Wukirharjo.

Tribun Jogja | Khaerur Reza

BAGIKAN