2 Warga Tewas Dihajar Bus

    2 Warga Tewas Dihajar Bus

    79
    2906 - laka-1
    Ilustrasi

    WONOGIRI-Dua kendaraan terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Wonogiri-Solo Kilometer 7, Selasa (28/6). Dua orang yang masih satu famili tewas dalam kejadian tersebut.

    Peristiwa kecelakaan itu melibatkan dua kendaraan. Yakni sepeda motor Suzuki Tornado AD 5506 RF dan bus PO. Gunung Mulya AD 1421 DR. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, tepatnya Dusun Nanggan RT 4 RW 1 Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri.

    Informasi yang berhasil dihimpun Joglosemar, sebelum peristiwa nahas terjadi kondisi jalan ramai lancar. Sebelumnya Bus Gunung Mulia melaju dari arah utara (Solo), sedang sepeda motor dari arah selatan (Wonogiri).

    Tiba-tiba terdengar suara keras ketika tabrakan terjadi. Sesaat kemudian, dua orang yang tadinya berboncengan di atas motor, tergeletak bersimbah darah di jalanan.

    Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap Ditarget Desember, Tapi Sekarang Baru 22%

    “Warga lalu menghubungi polisi,” ujar salah satu warga, Warti.

    Sementara dari keterangan Satlantas Polres Wonogiri, kedua korban tersebut merupakan warga Dusun Setren, Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri.

    “Korban yakni Parno, 46 tahun dan Poniran 68 tahun, warga Dusun Setren, Desa Lemahbang Kecamatan Kismantoro. Keduanya mengendarai sepeda motor Suzuki Tornado AD 5506 RF,” ungkap Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Sri Anggono, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Ronald Reflie Rumondor.

    Parno selama ini sudah lama menetap di Desa Jaten, Selogiri. Dia berprofesi sebagai buruh serabutan. Diketahui pula, jika kedua korban masih satu famili.

    Baca Juga :  Reaksi DPRD Sragen Mendengar Banyak Ibu Melahirkan di Jalan Gilirejo Baru

    Sementara Bus Gunung Mulia Jurusan Solo-Purwantoro itu dikendarai Sumanto (61) warga Kelurah Manahan,Kecamatan Banjarsari, Solo.

    Kasatlantas menjelaskan, kecelakaan bermula ketika bus berusaha mendahului kendaraan yang berjalan di depannya. Di saat bersamaan, korban juga berusaha mendahului kendaraan di depannya. Karena jarak yang sudah dekat, maka terjadilah tabrakan.

     “Informasi dari pihak keluarga, Senin (27/6) sore Parno pulang ke kampung halamannya di Lemahbang, Kismantoro. Kemudian (kemarin) pagi dia balik ke Selogiri, dengan mengajak serta salah satu familinya yakni Poniran untuk bekerja ikut dengannya,” terang Kasatlantas. Aris Arianto

    BAGIKAN