JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Antisipasi Sebaran Vaksi Palsu, RS Hingga Klinik Dipantau

Antisipasi Sebaran Vaksi Palsu, RS Hingga Klinik Dipantau

30
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi


WONOGIRI
-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri mewaspadai peredaran vaksin palsu di wilayahnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Suharno  mengantarakan, telah menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) untuk memantau peredarannya.

Mulai dari apotik, rumah sakit, klinik serta pelayanan imunisasi swasta lainnya. Meski demikian, hingga kini pihaknya belum mendapat laporan masuknya vaksin palsu di Kota Gaplek.

Pihaknya juga meminta DKK kepada masyarakat terkait jenis vaksin yang dipalsukan. Seperti BCG, Campak, Polio, Hepatitis B dan Tetanus Toksoid.

“Kami meminta DKK mengimbau seluruh pelaksana pelayanan imunisasi, baik pemerintah maupun swasta, untuk memeriksa kembali pembelian vaksin,” katanya, Selasa (28/6).

Sekda  menyarankan,  pembelian vaksin melalui distribusi resmi, PT Biofarma atau menggunakan vaksin yang tersedia di dinas kesehatan setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKK, Bambang Haryadi menegaskan, vaksin palsu tidak masuk ke Wonogiri. Pasalnya  vaksin untuk imunisasi anak selama ini disediakan oleh pemerintah dan didapatkan langsung dari produsen dan distributor resmi.

“Jadi vaksin dijamin asli, manfaat dan keamanannya,” tegasnya.

Salah satu dokter, Setyorini menerangkan, pengemasan vaksin yang tidak higienis itu diduga dapat menyebabkan infeksi. Meski menurutnya, cairan yang dipalsukan berupa cairan infus dan gentacimin relatif tidak berbahaya.

“Hati-hati itu harus. Akan lebih baik kalau imunisasi ulang. Pemalsuan vaksi merupakan tindakan tidak berperikemanusiaan. Sama saja menjadikan anak-anak tidak kebal atas penyakit yang mematikan,” terang Setyorini.

Aris Arianto