Cegah Kerawanan, Pemkab Tak Gelar Takbir Keliling

Cegah Kerawanan, Pemkab Tak Gelar Takbir Keliling

22
Ilustrasi
Ilustrasi

WONOGIRI-Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Wonogiri, Muslim Umar menyatakan tidak akan menggelar takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriyah.

Kebijakan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi PHBI Kabupaten Wonogiri, pekan lalu. Menurut Muslim Umar, menjelang Idul Fitri merupakan puncaknya arus mudik, sehingga arus lintas dapat dipastikan padat dan merayap.

Jika diadakan takbir keliling, maka dikhawatirkan akan semakin memperparah kepadatan di jalan raya. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan memicu kemacetan.

“Kami tidak mengadakan takbir keliling tahun ini,” ungkap Muslim, Minggu (26/6/2016).

Untuk waktu pelaksanaan Salat Idul Fitri, pihaknya masih menunggu keputusan dari sidang isbat dari pemerintah pusat. Pihaknya berharap tidak ada perbedaan penetapan tanggal 1 Syawal di antara Ormas yang ada.

“Insya Allah bisa sama, karena penentuan tanggal 1 Ramadan juga sama,” ujarnya.

Disamping itu, PHBI Kabupaten Wonogiri sudah menyiapkan lima tempat untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri. Meliputi halaman Masjid Agung At Taqwa Kabupaten Wonogiri, Lapangan Pringgondani Wonokarto, Lapangan Bantarangin, Lapangan Sukorejo depan Satlantas Polres Wonogiri dan halaman Markas Kodim 0728 Wonogiri.

PHBI Kabupaten Wonogiri juga mengimbau seluruh kaum muslimin tidak lupa untuk membayar zakat fitrah.  Pembayaran zakat fitrah dapat dilaksanakan jauh hari sebelum hari raya, untuk memudahkan pembagian zakat kepada yang berhak.

Dia menjelaskan zakat fitrah lebih utama dibayar dengan menggunakan bahan makanan pokok atau beras yang dimakan sehari-hari sebesar 2,5 kilogram.

Apabila ingin mengganti dengan uang telah diputuskan senilai Rp. 12.000 per kilogram. Artinya, tahun ini mereka yang berhak akan menerima  zakat fitrah senilai Rp 30.000.

Aris Arianto

 

BAGIKAN