JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Selama Ramadan, Razia PGOT Digencarkan

Selama Ramadan, Razia PGOT Digencarkan

42
BAGIKAN
2506 - razia PGOT-1
Ilustrasi

KLATEN-Selama bulan Ramadan hingga Lebaran, tim gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus mengintensifkan razia pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT). Razia digelar di sejumlah sudut kota, seperti di persimpangan Bendogantungan, Kecamatan Klaten Selatan.

Kedatangan tim yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dan kepolisian itu membuat sejumlah PGOT berlarian. Termasuk salah satunya, Sri Lestari (35), yang mengemis di kawasan itu.

Dengan menggendong tas punggung warna hitamnya, Lestari sempat berusaha lari ketika petugas hendak membawanya. Namun, petugas berhasil mengamankan janda asal Gunungkidul, DIY itu tanpa perlawanan.

 “Ini tadi baru mendapatkan Rp 15.000,  tapi sudah diamankan petugas. Baru sekitar dua jam saya mengemis di sini. Biasanya saya meminta ke pengguna jalan yang berhenti di lampu merah,” jelasnya, Jumat (24/6).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) Klaten, Sugeng Santoso mengatakan, cukup banyak pengemis yang bermunculan ketikan menjelan Lebaran. Hal itulah yang seringkali mengganggu para pengguna jalan.

“Pasalnya, mereka selalu melaksanakan kegiatannya itu di persimpangan traffic light. Itu akan mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan kelancaran arus lalu lintas. Para pengemis banyak muncul ketika mendekati arus mudik seperti sekarang ini,” urainya.

Selain mengamankan mereka, tim gabungan juga langsung memberikan pembinaan setelah didata. Mereka kemudian diminta untuk pulang dan tidak mengulang kegiatannya di lokasi-lokasi tersebut.

Dani Prima