JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hati-Hati Minta Bantuan Orang Tak dikenal di ATM. Ini Alasannya…

Hati-Hati Minta Bantuan Orang Tak dikenal di ATM. Ini Alasannya…

242
BAGIKAN
PEMBOBOL ATM- Andrianto (43) warga Perum Green Residence Blok BB No.17 RT 2/4, Serang, Cikarang, tersangka pembobolan ATM saat diperiksa di Mapolsek Masaran, Jumat (24/6/2016).
PEMBOBOL ATM- Andrianto (43) warga Perum Green Residence Blok BB No.17 RT 2/4, Serang, Cikarang, tersangka pembobolan ATM saat diperiksa di Mapolsek Masaran, Jumat (24/6/2016).

SRAGEN- Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso mengimbau kepada masyarakat yang hendak mengambil uang tunai di ATM untuk senantiasa hati-hati dan waspada. Jika terjadi hal-hal yang ganjil atau kesulitan di ATM, agar tidak meminta bantuan kepada orang yang belum dikenal. Namun, disarankan menghubungi petugas bank atau petugas kepolisian terdekat.

Hal itu dimaksudkan untuk menghindari adanya modus pembobolan dan penipuan seperti yang dilakukan oleh tersangka sindikat Andrianto Cs. Selain itu, masyarakat yang hendak mengambil uang tunai dalam jumlah besar ke bank, diharapkan tak segan meminta bantuan pengawalan kepada kepolisian demi keamanan.

“Silakan kita siap membantu pengawalan sesuai dengan keinginan masyarakat. Yang jelas, kalau sekiranya ada kesulitan waktu di ATM, jangan pernah meminta bantuan orang di sekitarnya. Lebih baik hubungi petugas bank atau aparat terdekat,” paparnya Minggu (26/6/2016).

Imbauan itu dilontarkan menyusul tertangkapnya pelaku sindikat pembobolan ATM yang digawangi Andrianto (43) warga Perum Green Residence Blok BB No.17 RT 2/4, Serang, Cikarang, yang tertangkap di SPBU Pleret, Masaran, Jumat lalu.

Kapolsek Masaran,AKP Mujiono mengatakan sesaat setelah meringkus tersangka di SPBU Pleret, Masaran, pihaknya sempat melakukan pengembangan dengan mengeler pelaku hingga ke Ngawi. Akan tetapi, tidak ditemukan jejak pelaku beraksi di wilayah Sragen hingga ke Ngawi. Dari penyelidikan, sejauh ini aksi pembobolan baru dilakukan di Pasar Kembang Solo dan SPBU Waru, Kebakkramat.

“Kemarin sempat kita keler sampai Ngawi tapi nggak ada jejaknya. Yang diakui tersangka dia beraksi di SPBU Weru, Kebakkramat, Karanganyar dapat uang tunai di ATM Parjono sebesar Rp 7 juta. Lalu di ATM Pasar Kembang Solo dapat Rp 2 juta. Barang bukti yang kita sita uang tunai Rp 5,930 juta dan sebuah HP,” paparnya Minggu (26/6/2016).

Tersangka saat ini sudah dilimpahkan ke Polsek Kebakkramat, Karanganyar karena dari hasil penyelidikan, locus delicti kejadian pembobolan ATM yang sudah terjadi di Karanganyar. Selanjutnya, proses penanganan kasus tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Polres Karanganyar. Wardoyo