JOGLOSEMAR.CO Opini Refleksi Maaf untuk Kesembuhan

Maaf untuk Kesembuhan

9
BAGIKAN

2706 - energi Maaf-1          Mungkin benar bahwa Lebaran membawa berkah, bahkan untuk soal kesehatan. Dalam suatu kesempatan, Bupati Wonogiri memprediksi akan terjadi penurunan jumlah pasien rawat inap di RSUD Dr Soediran Mangun Sumarso (RSUD) Wonogiri.  Uniknya, penurunan yang diperkirakan mencapai angka 50 persen tersebut disebabkan oleh permintaan pulang oleh pasien dan keluarganya dengan alasan hendak berlebaran di rumah.

Rata-rata dari mereka, punya alasan kondisinya sudah baik dan ingin pulang lebih cepat dari semestinya. Namun demikian dikatakan, kalaupun harus pulang, tentu harus melalui pertimbangan medis dari dokter. Bagaimanapun juga, fenomena tersebut termasuk menarik, sekaligus kita ingin buktikan, benarkah sugesti secara umum cukup membantu kesembuhan seseorang dari sakit.

 Kerinduan untuk berjumpa dengan sanak keluarga, handai taulan, kerinduan untuk meminta dan memberikan maaf dalam hari yang suci, dipercaya bakal memunculkan energi positif yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang. Kondisi kejiwaan yang tenang, sehat dipercaya, akan berimbas pada kondisi fisik seseorang.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “maaf” mengandung arti pembebasan seseorang dari hukuman, tuntutan, denda dan sebagainya karena suatu kesalahan. Maaf sama maknanya dengan ampun. Memaafkan  berarti memberi ampunan atas kesalahan orang lain terhadap seseorang.

Kita tentu bisa merasakan, betapa sakitnya seseorang yang tidak pernah mendapatkan maaf dari orang lain, ketika dirinya secara tulus telah meminta maaf.  Demikian pula, memberikan maaf memang bukan perkara mudah bagi seseorang. Apalagi bila seseorang tersebut telah berbuat kesalahan besar pada dirinya.