JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ini Dia Modus-Modus Siswa Titipan di SMP Negeri Sragen…

Ini Dia Modus-Modus Siswa Titipan di SMP Negeri Sragen…

166
BAGIKAN
Ilustrasi pendaftaran penerimaan siswa baru | Joglosemar/Yuhan Perdana
Ilustrasi pendaftaran penerimaan siswa baru | Joglosemar/Yuhan Perdana

SRAGEN– Kalangan kepala sekolah (kasek) SMP swasta di Sragen yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala SMP Swasta (FKKS) mencemaskan indikasi kecurangan di SMPN negeri pada PPDB online tahun ini. Pernyataan itu disampaikan sesaat setelah pembentukan FKKS yang menaungi 42 SMP swasta se-Sragen di Sragen, Sabtu (24/6).

Ketua FKKS Sragen, Suprapto mengatakan pengalaman tahun sebelumnya, masih banyak SMP negeri yang nekat menerima siswa setelah PPDB online ditutup. Indikasi kecurangan itu terdeteksi melalui berbagai jalur.

Adapun modus yang sering dilakukan oleh SMP negeri diantaranya. Ada yang diselipkan dengan memanfaatkan kuota offline atau jalur KK miskin. “Biasanya dilaporkan kuota KK miskinnya penuh, padahal riilnya tidak. Atau dilaporkan terisi 50 anak, padahal isinya nggak sampai. Nah, sisanya itu yang digunakan sebagai kursi cadangan. Tujuannya untuk nerima anak mbelungan (titipan),” paparnya Sabtu (24/6/2016).

Lalu diselipkan untuk mengisi kursi cadangan milik siswa diterima tapi tidak daftar ulang, hingga nekat menerima siswa titipan lewat belakang. Karenanya, ia meminta dinas pendidikan dan DPRD untuk cermat mengecek antara daftar siswa yang diterima di online dengan daftar siswa yang daftar ulang serta daftar siswa diterima yang dipampangkan di sekolah.

“Terus terang kami masih khawatir kecurangan itu terjadi lagi. Kemarin masih banyak yang nekat nerima anak mbelungan lewat belakang. Apalagi SMP di wilayah kota, biasanya sok ada surat sakti atau semacam urek-urek dari pejabat. Akhirnya mau nggak mau kepala sekolahnya menerima meskipun melebihi kuota. Tahun lalu banyak SMP yang punya 36 siswa per rombel padahal aturannya maksimal 32 siswa,” paparnya kemarin.

Terpisah, Ketua Panitia PPDB Kabupaten Sragen, Suwardi membantah ada siswa titipan pada PPDB tahun ini. Ia memastikan sejak awal sudah mengingatkan Kepala SMP negeri penyelenggara online untuk menaati aturan. Sanksi tegas akan diberikan jika ada yang ketahuan curang. Wardoyo