JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Pemandu Karaoke Cantik Ditemukan Tewas Di Kamar Kos..

Pemandu Karaoke Cantik Ditemukan Tewas Di Kamar Kos..

190
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN- Warga Dukuh Cantel Kulon, Sragen Kulon, digegerkan dengan penemuan jasad seorang remaja putri yang disebut-sebut berprofesi sebagai pemandu karaoke di sebuah rumah kos No 07. Cantel Kulon RT 1/22, Sragen Kulon, Selasa (28/6/2016) pagi. Gadis berparas cantik bernama Sri Wahyuni alias Yunia (17) warga Tempurejo, Ngrambe,Sine, Ngawi itu ditemukan meregang nyawa di kamar kosnya.

Saat ditemukan, kondisi ABG itu sudah kaku dan tidak bernyawa. Meski sempat dikabarkan mengalami kejang-kejang dan diduga mengidap epilepsi, hingga kini kematiannya masih diselimuti misteri.

Informasi yang dihimpun di lapangan, penemuan mayat tersebut kali pertama diketahui oleh rekan korban, Putri Handayani (17), warga Kawis RT 1/3, Pucangan, Ngrambe, Ngawi, Jatim yang tinggal satu kos.

Menurut keterangan saksi, sekira pukul 03.00 WIB, ia hendak menemui korban. Namun saat tiba di kamar kos korban, kondisinya kosong dan korban tidak ada di dalam. Kemudian pukul 05.00 WIB, ia yang penasaran kembali mendatangi kamar kos korban.

Saat itu, ia sudah mendapati tubuh korban kejang-kejang dan sejurus kemudian lemas tak bernyawa. Kejadian itu langsung dilaporkan ke pemilik kos yang kemudian langsung melaporkan ke Polsek setempat. Bersamaan dengan itu, kerumunan warga langsung berdatangan untuk melihat kondisi jenasah dari dekat.

Tak lama berselang tim dari Polsek bersama Tim Identifikasi Polres serta Petugas medis dari Puskesmas langsung tiba untuk melakukan evakuasi dan visum terhadap korban. Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kapolsek Sragen, AKP Suseno membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Begitu pula dari olah TKP tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Berdasarkan keterangan dari rekan korban, sebelumnya korban memang diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsy dan diduga malam itu penyakitnya kambuh hingga korban akhirnya tak tertolong.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan. Dugaan sementara kemungkinan penyakit epilepsinya kambuh,” terangnya Wardoyo