JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polemik Dispensasi PPDB Offline SMAN 1 Tangen dan SMKN 1 Jenar, DPRD...

Polemik Dispensasi PPDB Offline SMAN 1 Tangen dan SMKN 1 Jenar, DPRD Curiga Ada Ini….

115
BAGIKAN

daftar ulang peserta PPDB SMP Plus yang diterima

SRAGEN– Polemik pemberian dispensasi perpanjangan penerimaan siswa baru secara offline untuk SMAN 1 Tangen dan SMKN 1 Jenar, kian memanas. DPRD berencana memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) dan Wakil Bupati (Wabup) setelah mengendus ada indikasi intervensi dari penguasa terkait kebijakan kontroversial yang dinilai merusak aturan dan memicu penolakan dari sekolah swasta tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Suharjo mengatakan apapun alasannya pemberian dispensasi menambah siswa untuk SMAN 1 Tangen dan SMKN 1 Jenar itu tidak bisa dibenarkan. Sebab aturan PPDB sudah jelas mengatur sekolah negeri yang sudah ikut PPDB online tidak boleh lagi ikut offline.

Ia juga menilai langkah Wabup yang merekomendasi kebijakan itu adalah sikap yang tidak bijak karena sudah menabrak aturan. Menurutnya dispensasi itu selain memicu kecemburuan dari sekolah negeri yang lain, juga merugikan sekolah swasta. Karenanya, pihaknya akan segera mengagendakan pemanggilan terhadap dinas pendidikan dan Wabup serta meminta agar kebijakan itu dihentikan.

“Aturannya sudah jelas, semua sekolah negeri yang ikut online tidak boleh offline lagi. Apa artinya dari awal gembar-gembor harus taat aturan, pada akhirnya malah aturan dilanggar sendiri. Makanya segera akan kita pertemukan dinas dan Wabup untuk menghentikan kebijakan itu,” paparnya Senin (27/6/2016).

Anggota Komisi IV dari FPKB, Faturrahman mengungkapkan pihaknya justru mengendus ada motif lain dibalik kebijakan pemberian dispensasi itu. Berdasarkan laporan dari berbagai pihak, kebijakan itu dinilai ada benang merah dengan penguasa lantaran salah satu dari keluarganya diketahui mengajar di SMAN 1 Tangen.

Ia bahkan menilai dampak dari intervensi itu tak hanya merusak sistem dan aturan PPDB yang dibuat dinas, namun juga membuat banyak sekolah negeri akhirnya gagal terpenuhi kuotanya pada PPDB online.

Terpisah, Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno mengatakan dispensasi penerimaan siswa baru secara offline untuk SMAN 1 Tangen dan SMKN 1 Jenar diberikan dengan pertimbangan untuk meminimalisir siswa putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah. Menurutnya hal itu adalah tugas dan kewajiban pemerintah terlebih lagi bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Hal yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan,” katanya.Wardoyo