JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Ribuan Dhuafa Berebut Zakat Bayu Asongan

Ribuan Dhuafa Berebut Zakat Bayu Asongan

27
BAGIKAN
2706 - RIBUAN FAKIR MISKIN ANTRI ZAKAT RAJA ASONGAN BAYU
Joglosemar | Wardoyo
ANTRE ZAKAT- Dermawan sekaligus anggota DPRD Sragen, Pujono Elli Bayu Effendi (kiri) saat menyalami dhuafa di Sragen Kota dan buruh Pasar Bunder yang antre menerima paket zakat di kediamannyadi Kuwungsari, Sragen Kulon, Minggu (26/6)

Pengantar

Bulan Ramadan kembali menghadirkan berkah bagi ribuan kaum dhuafa dan buruh pasar di Kabupaten Sragen, utamanya di wilayah Sragen Kota. Tak kurang dari 1.090 warga tidak mampu dari berbagai wilayah dan buruh Pasar Bunder, Minggu (26/6) siang memadati halaman rumah Pujono Eli Bayu Efendi (40), dermawan sekaligus anggota DPRD Sragen asal Kuwungsari RT 3/19, Sragen Kulon.

Wardoyo

———————

Panas terik tak menghalangi niat warga untuk mengantre paket sembako yang tiap tahun disebar oleh legislator asal Golkar yang dikenal sebagai raja asongan tersebut. Bahkan, saking semangatnya, mayoritas sudah stand by sejak pagi hari meski acara baru dimulai 14.00

WIB. Roman kegembiraan terpancar dari wajah mereka setelah keluar dari antrean sembari menenteng tas berisi paket sembako beraneka jenis.

“Alhamdulilah, seneng mas. Ini ada beras, supermi, minyak goreng, dan sembako lainnya. Lumayan bisa untuk Lebaran, apalagi harga-harga sembako sudah mahal,” ujar Anik (30), buruh asal Kuwungsari RT 6/20.

Ungkapan senada juga terlontar dari Suti (50), buruh gendong di Pasar Bunder asal Gesi. Buruh yang sudah lama mengenal sosok Bayu ketika dulu masih berprofesi sebagai pedagang asongan itu juga mengaku hanya bisa bersyukur karena dirinya hampir setiap tahun mendapat jatah sembako dari kedermawanan Bayu.

“Tadi antri agak lama karena rumah saya agak jauh di Gesi. Tapi nggak apa-apa yang penting dapat sembako untuk Lebaran dari Mas Bayu,” urainya.

Sementara, Bayu menguraikan pembagian zakat berupa sembako itu sudah memasuki tahun ke-12. Jumlah paket yang dibagikan kemarin sebanyak 1.090 paket yang diberikan kepada kaum fakir miskin, tukang becak, hingga komunitas buruh Pasar Bunder mulai dari buruh gendong, kuli panggul, tukang sapu.

“Selain sebagai bentuk syukur atas rezeki yang diberikan Allah, juga untuk membantu warga miskin agar bisa ikut lebaran. Dengan sembako ini, minimal bisa membantu mereka yang tidak mampu untuk bisa ikut merayakan Lebaran. Dengan minyak goreng minimal tinggal beli tempe atau lauk semampunya. Karena dulu saya juga merasakan bagaimana penderitaan kaum duafa seperti mereka,” terangnya.

Ia menuturkan kegiatan berbagi zakat dan sedekah itu juga untuk mengajak kepada kalangan mampu lainnya agar bisa mempedulikan warga di sekitarnya yang tidak mampu. Menurutnya, harta dan kemewahan tak akan bermakna ketika tak bisa berbuat bagi orang lain.

“Saya selalu teringat ketika miskin dulu, setiap lebaran mesti tidak bisa apa-apa. Makanya saya juga ingin apa yang saya peroleh ini, bisa sedikit dinikmati oleh orang lain,” urainya. Wardoyo