JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Wartawan Bodrek Minta Jatah THR Rp 9 Juta

Wartawan Bodrek Minta Jatah THR Rp 9 Juta

184
BAGIKAN

2306 - wartawan abal-abal-2SUKOHARJO–Wartawan gadungan atau bodrek mulai bergerilya meminta jatah “Tunjangan Hari Raya” (THR) di instansi pemerintah.

Mereka berkeliaran di kantor dinas, kelurahan, kecamatan hingga sekolah-sekolah.

Tidak tanggung-tanggung, ada diantaranya yang minta uang hingga Rp 9 juta.

Kepala Gudang Bulog Telukan, Grogol, Sukoharjo Wisnu Sancoyo misalnya. Dia mengaku, sering didatangi orang yang mengaku sebagai wartawan, terlebih ketika menjelang Lebaran.

“Di kantor kami sudah beberapa kali didatangi orang yang mengaku wartawan. Bukannya wawancara mencari berita, dia justru meminta uang,” ujar Wisnu, Minggu (26/6/2016).

Wisnu menginformasikan, rekan kerjanya yang bertugas di Gudang Bulog di wilayah lain juga mengalami hal serupa. Lebih parahnyanya lagi, wartawan yang mengaku dari media kepolisian itu meminta uang hingga Rp 9 juta.

“Gudang Bulog Telukan sendiri sudah mengenal siapa saja wartawan yang bertugas di Sukoharjo. Biasanya wartawan yang hanya meminta-minta uang seperti itu orang-orang baru,” imbuhnya.

Kasubag Humas Polres Sukoharjo, AKP Joko Sugiyanto mengaku sudah mendapat laporan mengenai wartawan gadungan yang mengaku dari media kepolisian.

Dia memastikan wartawan tersebut adalah gadungan. Menurutnya, Polres Sukoharjo hanya memilki satu media resmi, yaitu  Tribrata.

Karena itu, kami mengimbau para pejabat pemerintahan tidak menanggapi kedatangan wartawan abal-abal seperti itu.

“Ulah wartawan gadungan meminta uang dengan cara paksa dan mengancam, sudah masuk dalam unsur pidana pemerasan. Jika seperti itu, laporkan saja kepada kami,” tandasnya.

Kabag Humas Pemkab Sukoharjo Joko Nurhadiyanto EN menambahkan, wartawan resmi yang bertugas di Kabupaten Sukoharjo sudah didata resmi. Pihaknya mengimbau para kepala dinas untuk tidak menanggapi permintaan oknum yang mengaku wartawan itu.

Sementara Staf Bagian Humas Pemkab Sukoharjo, M Denan menambahkan, belum lama ini ada wartawan baru yang mendaftar ke divisinya. Namun, selama bertugas orang itu justru sering menanyakan mengenai uang transport, dari pada agenda liputan.

Sofarudin