JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Deklarasi Antiradikalisme dan Terorisme Masuk MURI

Deklarasi Antiradikalisme dan Terorisme Masuk MURI

36
BAGIKAN
Joglosemar/ Sofarudin REKOR MURI – Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya menerima piagam dari MURI atas penyelenggaraan Deklarasi Antri Radikalisme dan Terorisme yang diikuti 26.955 Orang, Jumat (29/7/2016).
Joglosemar/ Sofarudin
REKOR MURI – Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya menerima piagam dari MURI atas penyelenggaraan Deklarasi Antri Radikalisme dan Terorisme yang diikuti 26.955 Orang, Jumat (29/7/2016).

 

SUKOHARJO–Lebih dari 26.000 orang dari berbagai elemen masyarakat tumpah ruah di Alun-alun Satya Negara, Jumat (29/7/2016) pagi. Mereka mengikrarkan lima poin Deklarasi Antiradikalisme dan Terorisme.

Deklarasi yang diprakarsai Pemkab Sukoharjo, Polres Sukoharjo dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Sukoharjo itu ditandai dengan pembacaan Deklarasi Antiradikalisme dan Terorisme.

Ikrar yang dipimpin Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya itu diikuti  seluruh peserta. Setelah itu, dilanjutkan penandatanganan nota kesepahaman yang diwakili Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kajari, Majelis Ulama Islam (MUI), Pengadilan Negeri Sukoharjo dan elemen masyarakat Sukoharjo lainnya.

Kelima poin itu adalah menolak radikalisme dan terorisme, menjaga kemurnian ajaran agama dan menolak segala bentuk penyesatan dan penyimpangannya. Selain itu,  mnjaga kerukunan umat beragama dan kondusifitas dalam masyarakat, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi keamanan dan keutuhan NKRI, serta setia dan siap mengamalkan Pancasila dan UUD 1945.

“Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan kejadian yang berpotensi memecah belah bangsa. Kejadian itu mengancam arti kesatuan dan persatuan,” tandas Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya

Karenanya, Bupati mengajak segenap warga menolak radikalisme dan terorisme. Pihaknya juga mengajak masyarakat mewaspadai penyebaran paham radikal di ingkungan masing-masing.

Kegiatan tersebut juga dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Deputi Manager MURI, Ariani Siregar mengatakan, deklarasi itu tercatat dengan nomor 7.508. Berdasarkan hasil verifikasinya, deklarasi tersebut diikuti 26.955 orang.

Jumlah tersebut memecahkan rekor Penyuluhan Antiterorisme di Sekolah Terbanyak yang diselenggarakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Saud Usman Nasution di Jakarta, 1 Oktober 2015. Penyuluhan tersebut diikuti 180 sekolah dengan 7.200 peserta.

Sofarudin