JOGLOSEMAR.CO Komunitas Gerkatin Solo Ajak Masyarakat Belajar Bahasa Isyarat

Gerkatin Solo Ajak Masyarakat Belajar Bahasa Isyarat

79
BAGIKAN
Anggota Gerkatin Solo
Anggota Gerkatin Solo

ERA modern menyuguhkan kecepatan informasi. Beragam peristiwa dapat kita akses dengan cepat, termasuk siaran dalam bentuk audio visual melalui televisi maupun video.

Tapi sebagian kalangan tidak dapat menikmati suguhan informasi dan hiburan dalam bentuk audio visual itu lantaran menyandang tunarungu.

Di Solo ada sebuah komunitas yang selama ini menaungi para penyandang tunarungu. Komunitas ini bernama Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Solo.

Gerkatin Solo bukan komunitas baru di Kota Bengawan. Berdiri sejak 18 Februari 1982, Gerkatin Solo kini tercatat memiliki puluhan anggota yang semuanya berdomisili di eks Karesidenan Surakarta.

“Gerkatin merupakan komunitas bagi para penyandang tunarungu. Kami di sini berupaya untuk saling men-support satu sama lain, sehingga kami bisa saling bantu,” ujar Ketua Gerkatin Solo Aprilian Bima Purnanta belum lama ini.

Bima mengaku bergabung dengan Gerkatin sejak tahun 2010. Saat itu ia masih duduk di bangku SMP. “Saya mengalami gangguan pendengaran sejak lahir. Kalau teman-teman yang lain ada yang karena sakit demam tinggi, kecelakaan, dan salah minum obat. Tapi ada juga yang sejak lahir,” katanya

Menurut Bima, penyandang tunarungu telah mengalami diskriminasi dalam akses informasi. Terutama informasi yang disuguhkan melalui layar televisi. Selain itu, pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, dan penyediaan fasilitas umum belum ramah terhadap penyandang tunarungu.