JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Kecelakaan Jatiroto: Sopir Truk Masuk Jurang Ternyata Masih Berusia 16 Tahun

Kecelakaan Jatiroto: Sopir Truk Masuk Jurang Ternyata Masih Berusia 16 Tahun

378
BAGIKAN
Sebuah truk terlihat masuk jurang sedalam tujuh meter di Perbukitan Brenggolo Kecamatan Jatiroto, Wonogiri, Kamis (28/7/2016)
Sebuah truk terlihat masuk jurang sedalam tujuh meter di Perbukitan Brenggolo Kecamatan Jatiroto, Wonogiri, Kamis (28/7/2016)

WONOGIRI-Polres Wonogiri masih menyelidiki kecelakaan maut jatuhnya truk berpenumpang puluhan orang di jurang Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto. Sopir truk nahas itu ternyata masih berusia 16 tahun.

Kapolres Wonogiri AKBP, Ronald Reflie Rumondor mengatakan, melibatkan satuan lalu lintas dan intelijen untuk menyelidiki kasus tersebut. Laporan dari dua satuan ini nantinya akan dijadikan bahan dalam mengusut kasus itu.

“Untuk korbannya tiga meninggal dunia, enam luka berat, delapan luka ringan dan 27 rawat jalan,” ujar Kapolres, Jumat (29/7/2016).

Menurut Kapolres, peristiwa nahas itu terjadi  tepatnya di RT 4 RW III Dusun Sugihan, Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto. Truk engkel jenis Mitsubishi AD 1619PG yang dikemudikan Danang (16) warga Desa Brenggolo tersebut mengangkut puluhan penumpang usai menghadiri resepsi pernikahan.

“Sebelum kejadian, truk berjalan dari arah barat ke timur setelah sampai di lokasi kejadian jalan sempit serta kondisi tanah labil. Truk berniat menyalip Suzuki Carry di depannya, tetapi berjalan terlalu ke tepi. Hingga terperosok ke jurang sedalam 10 meter,” terangnya.

Perwira polisi dengan lambang dua melati di pundak itu mengatakan, para penumpang sendiri yang meminta sopir untuk mendahului mobil di depannya. Ketika itu, cuaca gerimis. Namun demikian sopir tetap dianggap lalai.

“Sopir masih berusia 16 tahun, masih di bawah umur. Tetap kami tahan, tapi untuk proses selanjutnya kami berkoordinasi dengan kejaksaan dulu, kaitannya dengan Undang-undang Perlindungan Anak,” jelasnya.

Pihaknya mengaku, medan di kawasan itu cukup terjal, naik turun dengan jurang dalam. Sementara, tidak ada angkutan umum yang aman seperti minibus di daerah itu. Warga pun terpaksa menjatuhkan pilihan untuk menggunakan truk sebagai sarana transportasi umum.

“Ini tugas pemerintah untuk memperhatikan angkutan umum di sana,” tutur dia.

Hingga saat ini bangkai truk itu belum dapat dievakuasi. Informasi dari warga sekitar, jalan di sekitar lokasi memiliki lebar sekitar tiga meter. Sekitar jalan ada tanah uruk, namun belum padat.

Aris Arianto