JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Kerusuhan di Medan Sebabkan Vihara dan 4 Kelenteng Terbakar

Kerusuhan di Medan Sebabkan Vihara dan 4 Kelenteng Terbakar

1172
BAGIKAN

 

Joglosemar|Mohammad Ayudha SIMULASI KERUSUHAN- Anggota satuan sabhara Polresta Solo mengikuti kegiatan simulasi penanganan kerusuhan di depan Mapolresta, Solo, Kamis (28/4). Simulasi tersebut untuk persiapan pengamanan Hari Buruh pada 1 Mei mendatang, sekaligus mempersiapkan anggota satuan sabhara dalam menangani berbagai bentuk kerusuhan sehingga mampu menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat
Ilustrasi – Joglosemar|Mohammad Ayudha

MEDAN – Kerusuhan yqng berujung SARA terjadi  di Tanjung Balai, Kabupaten Asahan. Medan, Jumat (29/7/16) malam. Peristiwa itu menyebabkan satu vihara dan empat kelenteng hangus terbakar.

Persoalan bermula dari adanya keluhan seorang warga bernama Meliana (41) warga Jl Karya Kelurahan Tanjung Balai Kota I, Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota, Tanjung Balai, Sumatera Utara terhadap suara azan yang dikumandangkan di Masjid Al Maksum Jl Karya.

Sebelum kericuhan meledak, Meliana mendatangi nazir masjid menyampaikan keluhan. Ia merasa terganggu dengan suara azan yang dikumandangkan pihak masjid.

“Setelah oknum tadi menyampaikan keluhan, pihak masjid kemudian mendatangi kediaman Meliana. Lalu, karena timbul keributan, pihak kepala lingkungan dan kelurahan setempat yang kooperatif membawa masing-masing pihak ke polsek setempat untuk dimediasi,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, Sabtu (30/7/2016).

Di tengah mediasi, warga yang mendapat informasi lantas berkumpul di depan polsek.

Entah bagaimana, jumlah warga semakin bertambah dan bergerak ke Vihara Juanda yang berjarak sekitar 500 meter dari Jl Karya dan kemudian melakukan pengerusakan. Tribunnews