JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Kerusuhan Medan : Bentrok Antarwarga di Tanjungbalai, 10 Rumah Ibadah Rusak

Kerusuhan Medan : Bentrok Antarwarga di Tanjungbalai, 10 Rumah Ibadah Rusak

257
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

Pemicu Rusuh karena Kesalahpahaman

Zulkifli Hasan meminta kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menahan diri.

JAKARTA – Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Syafruddin memastikan kondisi di Tanjungbalai, Sumatera Utara, saat ini aman pascakerusuhan. Warga sudah beraktivitas normal.

Kerusuhan terjadi pada Jumat (29/7/2016) malam di sejumlah tempat di pusat kota Tanjungbalai. Kemudian, Sabtu (30/7/2016) sekitar pukul 00.45 WIB, muncul massa yang langsung bergerak dan melakukan perusakan pada sejumlah tempat ibadah.
“Saat ini aktivitas sudah normal,” ujar Syafruddin, Sabtu (30/7/2016).

Syafruddin mengaku mendapat perintah dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengecek langsung kondisi di Tanjungbalai. Syafruddin juga sudah bertemu dengan sejumlah tokoh adat dan masyarakat usai mengikuti Musyawarah Masyarakat Adat Batak (MMAB) 2016 di Parapat, Sumut.

“Tadi saya mengikuti acara di Parapat, kebetulan kumpul seluruh tokoh adat. Jadi kita bicarakan juga Tanjungbalai untuk memastikan kejadian tersebut tidak berdampak ke wilayah lain,” tegas mantan Wakapolda Sumut ini.

Kerusuhan terjadi pada Jumat (29/7/2016) malam di sejumlah tempat di pusat Kota Tanjungbalai. Ia menyebut, bentrok dipicu karena ada seorang wanita merasa terganggu atau komplain terkait pengeras suara di masjid.

Perselisihan itu berujung dilaporkan ke kepala lingkungan atau RT hingga ke kelurahan. Namun tidak ada kesepakatan, sehingga masalah dibawa ke polisi.

Entah siapa yang memprovokasi, Sabtu (30/7/2016) sekitar pukul 00.45 WIB, muncul massa yang langsung bergerak dan melakukan perusakan pada sejumlah tempat ibadah. Dalam catatan polisi, 2 vihara dan sekitar 8 kelenteng rusak.

“Ini kesalahpahaman informasi, karena ada kabar yang berbeda dengan kejadian yang sebenarnya terjadi. Ada seorang ibu datang ke musala meminta untuk mengurangi volume pengeras suara. Tapi yang berkembang kabarnya si ibu datang mengamuk ke musala.

Ini kabar yang berbeda dengan kejadian yang sebenarnya, jadi terjadi akumulasi massa yang begitu cepat. syukur Alhamduliliah bisa teratasi,” tegas Syafruddin.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan mengatakan, polisi yang mengetahui hal itu langsung menuju ke lokasi dan sekitar pukul 03.30 WIB. Massa sudah bubar dan api sudah padam. Selain rumah ibadah, , juga ada sejumlah mobil rusak.

Sementara itu, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan meminta kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menahan diri. Biarkan aparat yang menindak siapa-siapa saja pihak yang bersalah dalam kerusuhan di Tanjungbalai tersebut.