Solo Titik Jenuh Pemudik: Polresta Musnahkan Ribuan Liter Ciu

    Solo Titik Jenuh Pemudik: Polresta Musnahkan Ribuan Liter Ciu

    21
    01072016-MNF-HARIAN-KRIM-PEMUSNAHAN BARANG BUKTI-4
    Joglosemar | Maksum Nur Fauzan
    Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo (kanan) dan Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ahmad Luthfi (tengah) sedang memusnahkan Miras di lapangan Kota Barat, Kamis (30/6).

    SOLO- Polresta Surakarta menggelar pemusnahan minuman keras (Miras) dan shabu hasil dari Operasi Ramadniya Candi 2016. Pemusnahan Miras dan shabu tersebut berlangsung di lapangan Kota Barat, Kamis (30/6).

    Miras maupun shabu tersebut merupakan hasil dari  Operasi Ramadniya Candi 2016 yang berlangsung dari tanggal 30 Mei hingga 15 Juni 2016. Kasat Reserse Narkoba, Komisaris Polisi (Kompol) Ari Sumarwono mengatakan,  ada sebanyak 118 botol minuman keras yang dimusnahkan.

              “Ada juga 2.368 liter ciu dan 210 liter ciu oplosan, serta 70 gram shabu,” terang Ari Sumarwono.

    Pemusnahan Miras dalam kemasan jerigen tersebut dilakukan dengan cara menuangkan isinya ke dalam drum yang dihubungkan dengan pipa dan dialirkan menuju parit. Sedangkan untuk Miras dalam kemasan botol, pemusnahan dilakukan dengan cara membuang langsung ke selokan atau parit yang ada.

    “Miras yang dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti yang sudah inkrah,” lanjutnya.

    Sedangkan khusus shabu, dikatakan Ari Sumarwono, masih ada sebagian yang ditahan oleh Polresta Surakarta karena masih digunakan sebagai barang bukti. Pemusnahan shabu tersebut dilakukan dengan cara terlebih dulu mencairkan barang haram tersebut menggunakan solar.

    Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap Ditarget Desember, Tapi Sekarang Baru 22%

    Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pendaurulangan shabu dengan cara penyulingan. Jika barang tersebut dilarutkan dengan air, dikhawatirkan akan ada tangan-tangan jahil yang justru mengambil barang tersebut.

    Sementara itu, Kapolresta Surakarta Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ahmad Luthfi  mengatakan, Polresta Surakarta melaksanakan operasi Ramadniya Candi  2016 dan pengamanan dari tindak kriminal yang terdiri dari Tim Urai SAT GAS 1, SAT GAS bantuan terkait TI, serta Propam pengamanan internal.

    Di samping itu juga telah disiapkan 687 personel untuk pengamanan Lebaran yang tersebar mulai dari pintu masuk hingga pintu keluar Kota Solo. Para personel tersebut terdiri dari 100 orang Brimob, 100 personel TNI-AD dan selebihnya merupakan anggota Polresta Surakarta.

    Dijelaskan Kapolres, pengamanan Lebaran dibagi menjadi enam pos pengamanan (Pos Pam). Dua di antaranya merupakan Pos Pam terpadu yang berlokasi di depan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dan Pos Pam pelayanan yang berlokasi di kawasan Tugu Gladag, serta empat Pos Pam lainnya merupakan Pos Pam biasa.

    Baca Juga :  Tingkat Konsumsi Ikan Masih Rendah, Warga Trangsan Sukoharjo Galakkan Gemarikan dan Berdayakan Kolam

    “Solo akan mengalami titik jenuh arus mudik Lebaran, sehingga semua titik menjadi rawan,” jelas Kombes Pol Ahmad Luthfi.

    Oleh karena itu, jelas Ahmad Luthfi, pengamanan Lebaran lebih difokuskan pada operasi kemanusiaan yang memberikan jaminan keamanan kepada pemudik. Untuk mendukung tujuan tersebut, pihaknya juga menempatkan Brimob di beberapa titik, baik di  black spot maupun trouble spot untuk mencegah kemungkinan terjadinya tindak terorisme.

    Layanan dan keamanan masyarakat khususnya pemudik kami bikin merata. Makanya rest area juga disediakan di tingkat Kodim, Koramil maupun Polsek,” tuturnya.

           Selain itu, Luthfi menambahkan, pada H-5 Lebaran, kendaraan berat seperti truk gandeng, sudah tidak diperbolehkan lagi masuk Kota Solo, kecuali kendaraan berat yang membawa bahan kebutuhan bahan pokok seperti gas LPG. Kendaraan berat tersebut nantinya akan diistirahatkan di rest area khusus kendaraan berat yang berlokasi di Palang Joglo. Titis Risni

    BAGIKAN