JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Tarif Retribusi Baru Beratkan Pedagang Terminal Tirtonadi

Tarif Retribusi Baru Beratkan Pedagang Terminal Tirtonadi

32
BAGIKAN
Joglosemar|Maksum Nur Fauzan TOLAK BIAYA RETRIBUSI BARU--Pedagang menunggu barang dagangan di kios Terminal Tirtonadi, Jumat (29/7/2016). Padagang menolak biaya retribusi baru untuk kios d kawasan tersebut.
Joglosemar|Maksum Nur Fauzan
TOLAK BIAYA RETRIBUSI BARU–Pedagang menunggu barang dagangan di kios Terminal Tirtonadi, Jumat (29/7/2016). Padagang menolak biaya retribusi baru untuk kios kawasan tersebut.

KARANGASEM – Belasan pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Kios Terminal Tirtonadi mendatangi kantor DPRD Kota Surakarta, Jumat (29/7/2016). Mereka menyampaikan keluhan terkait kenaikan retribusi kios terminal berdasarkan regulasi baru yang mulai berlaku 2 Juli 2016. Kenaikan tersebut dianggap tak sejalan dengan kondisi pendapatan pedagang yang justru terus mengalami penurunan hingga 50 persen pascarevitalisasi.

Sebagaimana diketahui, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016 tentang Retribusi Daerah, pedagang yang memanfaatkan lahan Pemkot wajib membayar retribusi sebesar Rp 350 per meter persegi per harinya. Rata-rata, luasan kios pedagang berkisar 20 meter persegi. Dengan kata lain, retribusi yang harus dibayar pedagang rata-rata Rp 7.000 per harinya, atau Rp 210.000 per bulan.

Persoalannya, pendapatan pedagang kian tak menentu, salah satunya lantaran minimnya penumpang yang turun atau naik di dalam terminal. Mereka umumnya naik bus dari luar terminal. Kondisi ini diperparah dengan keberadaan pedagang asongan di dalam terminal. “Kondisi sekarang justru sepi. Sebaliknya kenaikan retribusi cukup besar, tentu membuat kami terbebani,” ungkap salah satu perwakilan pedagang, Ninik Wahyu Puji Astuti.

Tarif Retribusi Baru Beratkan Pedagang Tirtonadi

Dasar Hukum
–  Perda No 5 Tahun 2016 tentang Retribusi Daerah
– Dalam Perda disebutkan pedagang yang memanfaatkan lahan Pemkot wajib membayar retribusi sebesar Rp 350 per meter persegi per harinya.
– Rata-rata pedagang memiliki kios berukuran 20 meter persegi
– Setiap pedagang harus membayar Rp 7.000 per hari atau Rp 210.000 per bulan.

Keberatan Pedagang
– Setelah terminal diperbaiki pada pedagang mengaku kondisi kiosnya menjadi sepi dan omzet turun 50 persen.
– Pendapatan para pedagang kian tak menentu, salah satunya lantaran minimnya penumpang yang turun atau naik di dalam terminal.
– Selain itu kondisinya diperparah dengan keberadaan pedagang asongan di dalam terminal

Sumber : Wawancara

Padahal, sebelum diperbaiki mereka mengklaim omzetnya justru cukup tinggi. “Kondisi terminal memang lebih bagus, tapi sayangnya tak diikuti peningkatan pendapatan pedagang. Dulu yang mampir dan membeli di kios cukup ramai,” sebut Ninik. Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta Sugeng Riyanto mengatakan, aturan Perda telah ditetapkan dan sulit untuk mengurangi potensi raihan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hanya, apabila pedagang benar-benar keberatan, maka mereka bisa menyampaikan surat permohonan keringanan retribusi kepada walikota.

“Ada Perwali Nomor 32 Tahun 2013 tentang keringanan retribusi. Kita minta pedagang untuk membuat surat kepada walikota. Apapun keputusannya mereka harus menerimanya,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Terminal Tirtonadi, Eko Agus Susanto menjelaskan, pihaknya terus berupaya untuk menertibkan penumpang yang menanti bus di luar terminal. Di sisi lain, ia meminta pedagang untuk lebih kreatif dalam menjajakan jenis dagangan. “Meski sudah didesain sedemikian rupa tapi kalau dagangannya sejenis tentu akan sulit dilirik pembeli,” ucapnya.

Putradi Pamungkas