JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Tersangka BPJS Palsu Hanya Mendapat Upah Rp 50.000 Per KK

Tersangka BPJS Palsu Hanya Mendapat Upah Rp 50.000 Per KK

18
BAGIKAN
ilustrasi BPJS
ilustrasi BPJS

BANDUNG—Seorang wanita berinisial DD (34) tersangka yang berperan menyosialisasikan kartu peserta BPJS Kesehatan palsu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengaku hanya dapat imbalan Rp 50.000 dari Yayasan Rumah Peduli Duafa (RPD) yang menerbitkan kartu palsu tersebut.

“Saya dikasih uang sama ketua Rp 50.000 untuk per KK (kepala keluarga), totalnya saya dapat Rp 3,2 juta,” kata DD di Mapolres Bandung, Jumat (29/7).

Tersangka DD merupakan salah satu komplotan dalam kasus pembuatan kartu peserta BPJS palsu yang mengatasnamakan lembaga pemberdayaan masyarakat RPD. Ia terlibat kasus tersebut sebagai orang yang menyosialisasikan pembuatan BPJS Kesehatan palsu kepada masyarakat di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, November 2015. “Saya bekerja seperti biasa saja, belum tahu ada program sosialisasi membantu pembuatan kartu BPJS,” katanya.

Selanjutnya DD mendapatkan tugas dari ketua RPD yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Cimahi untuk menyosialisasikan BPJS Kesehatan di wilayah Arjasari, Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Ketua yayasan itu menyuruh semua bawahannya untuk mengajak warga mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dengan membayar uang pendaftaran Rp 100.000 hingga Rp 170.000. “Kata dia ini program BPJS bersubsidi, jadi harus ada sosialisasi ke masyarakat. Saya hanya mendata arsip pendaftaran,” ujar DD.

Selama menyosialisasikan BPJS Kesehatan palsu itu, DD mengaku, hanya dapat menghimpun 65 KK di wilayah Arjasari. Uang pendaftaran itu selanjutnya diserahkan kepada ketua RPD untuk keperluan pribadinya. “Yang melakukan sosialisasi bukan saya sendiri, ada dua orang yang ikut,” kata DD.

Kasus BPJS Kesehatan palsu tersebut masih terus dikembangkan oleh jajaran Polres Cimahi dan Bandung. Kasus tersebut berawal dari laporan warga Padalarang, Bandung Barat, yang tidak dapat menggunakan kartu BPJS Kesehatan di rumah sakit karena palsu. Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan hingga menetapkan seorang tersangka yang merupakan ketua RPD di Kota Cimahi.

Antara