JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Di Klaten Ada Pria Bernama Partisipasi, Lho?

Di Klaten Ada Pria Bernama Partisipasi, Lho?

1202
BAGIKAN
1810-ktp
Joglosemar |Dani Pruma

Nama pria asal Dukuh Mutihan, Desa Bogem, Kecamatan Bayat  Klaten ini tergolong langka dan unik. Pria beruisa 45 tahun itu bernama Partisipasi. Saking langkanya nama itu, bapak tiga anak itu sempat dibentak-bentak petugas saat dia mengurus administrasi kependudukan. Pada saat itu, petugas mengira Partisipasi cengengesan ketika diminta menyebutkan nama.

“Saya agak lupa waktu itu di Polsek, Kecamatan atau Kantor Desa. Yang jelas pada saat itu saya sedang mengantre untuk membuat kartu identitas. Saat saya ditanya nama, saya jawab Partisipasi malah dibentak dikira jawaban saya bercanda. Setelah saya menunjukkan KK dan dia malah tertawa dan meminta maaf,” tutur Partisipasi, Senin (17/10/2016).

Menurutnya, nama Partisipasi itu bukan nama asli pemberian orang tua kandungnya. Nama tersebut diberikan oleh seorang Kepala Sekolah Sekolah saat dirinya masih Sekolah Dasar (SD). Nama asli pemberian orang tuanya adalah Suparti. Singkat cerita, nama partisipasi itu, berawal saat kepala sekolah tersebut  tidak mempunyai anak. Kepala sekolah itu berniat menjadikannya anak angkat.

“Saya mau dijadikan anak angkat, tapi orang tua saya tidak mau. Akhirnya kepala sekolah itu meminta izin kepada orang tua saya untuk ikut memberi nama. Akhirnya diubahlah nama saya menjadi Partisipasi,”katanya.

Setelah pihak keluarga sepakat, akhirnya semua identitas yang masih menggunakan nama ‘Suparti’ diubah menjadi Partisipasi. Yang bikin heran, pada saat itu keluarganya tidak tahu arti nama Partisipasi tersebut.

“Saya dan keluarga juga tidak tahu dulu artinya apa, namun setelah berkembangnya zaman, partisipasi malah dikenal dalam bahasa indonesia,”pungkasnya. Dani Prima