JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Laweyan Kembangkan Batik Alquran

Laweyan Kembangkan Batik Alquran

17
BAGIKAN

SOLO– Yayasan Seratan Alquran Batik Laweyan (Sabila) Indonesia mengembangkan batik Alquran. Jika biasanya membuat batik dengan motif dari Jawa dan Indonesia, tapi kali ini dengan huruf-huruf Alquran. Ini ditujukan agar bisa menyatukan budaya Indonesia dan budaya dunia.

Adanya Batik Alquran ini sebagai satu gerakan mengedukasi masyarakat untuk bergerak dalam budaya yang bermartabat. Jadi konteks budaya kreatif yang dikaitkan dengan nilai-nilai agama dan ini belum pernah ada membatik dengan motif Alquran. “Jadi ini membingkai Alquran dengan batik. Ini kreativitas budaya namun dengan nilai-nilai agama,” terang Ketua Yayasan Seratan Alquran Batik Laweyan (Sabila) Indonesia, Alpha Fabela Priyatmono disela-sela launching Batik Quran di Masjid Laweyan, Minggu (9/10/2016).

Pembuatan batik Alquran ini terinspirasi dengan gerakan membaca Alquran sambil menulis. Jadi biasanya menulis itu dibikin tipis lalu ditebali dan itu sama dengan proses membatik. Sehingga ini membaca sekaligus menulis, kalau bisa memahami dan menjalankannya. “Ini terinspirasi adanya program membaca Alquran sekaligus menulis. Gerakan membatik ini tanpa kita sadari mendidik untuk sabar dan teliti, apalagi yang dibatik itu Alquran,” ungkap yang juga Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan ini.

Batik Alquran ini dibuat di kain warna putih berukuran 100 x 115 sentimeter dengan 30 juz yang kemudian dijilid. Untuk cara penulisannya, yakni dengan cara mengeblat Alquran sehingga benar-benar sesuai dengan aslinya. Alpha menegaskan, ini bukanlah untuk baju atau lukisan. Melainkan, Alquran 30 juz yang nantinya akan ditaruh di Masjid Laweyan yang merupakan masjid tertua di Solo. “Jadi modelnya itu mushaf yang dijilid pakai kain. Kami targetkan satu tahun itu satu mushaf, ini bisa untuk wisata religi juga,” kata dia.

Alpha berharap, dengan adanya kegiatan ini masyarakat bisa membaca, menulis dan memahami. Ini untuk kemaslahatan umat dan ke depan akan dikembangkan lagi, nantinya batik Alquran ini akan dipamerkan di tengah-tengah masyarakat. “Ini akan resmi dikeluarkan setelah diteliti dulu apakah ada kesalahan atau tidak. Jika tidak ada bisa ditandatangani dan dicap,” imbuhnya.

Sementara itu, Putra Raja Keraton Kasunanan Surakarta PB XII, GPH Dipokusumo menyatakan, jika batik itu merupakan warisan budaya yang cukup luar biasa. Adanya proses pengembangan batik dengan tulisan Alquran cukup bagus, hanya saja perlu hati-hati dalam membuatnya. “Proses pembuatan harus hati-hati dan teliti. Ini salah satu untuk pengembangan agama Islam dan sebagai khazanah budaya juga,” ujar dia. Ari Welianto