JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo 157 Tenaga Kerja Asing di Sukoharjo Jadi Bidikan

157 Tenaga Kerja Asing di Sukoharjo Jadi Bidikan

58
BAGIKAN

pajak-wwwkiplingercom

SUKOHARJO—Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo mencatat jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten Sukoharjo mencapai 157 orang. Kebanyakan dari para pekerja tersebut berasal dari China.

“Untuk TKA memang kebanyakan dari China. Semua TKA yang bekerja di Sukoharjo merupakan tenaga ahli dan bukanlah tenaga kasar,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo, Bahtiar Zunan saat ditemui  di ruang kerjanya, Jumat (13/1/2017).

Zunan merinci, dari total TKA tersebut, sebanyak 59 orang berasal dari negara China, kemudian dari India 30 orang, Filipina 18 orang, Korea Selatan 12 orang, Hongkong lima orang, British/BNO lima orang, Malaysia empat orang, Amerika Serikat (AS) tiga orang, Inggris dua orang dan Kanada, Jerman, Taiwan, Australia, Kamboja, Srilangka, Jepang, Norwegia dan Mesir masing-masing satu orang.

Zunan menjelaskan, untuk prosedur TKA, Dirjen Imigrasi menerbitkan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas), yang selanjutnya dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja akan menurunkan Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA) bagi perusahaan yang menggunakan jasa TKA.

Bila TKA akan memperpanjang masa kerja, maka TKA tersebut berkewajiban untuk memperpanjang Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). “Dari 157 TKA, kami menerbitkan 115 IMTA,” papar Zunan.

Adanya TKA, lanjut Zunan, tak selalu berdampak buruk bagi perekonomian daerah. Pasalnya, keberadaan TKA akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Untuk tahun 2017, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja menarget akan memperoleh pajak dari TKA sebanyak sekitar Rp 900 juta. Sementara TKA akan dibebani perbulan harus menyetorkan pajak sebesar 100 dolar AS, atau sekitar Rp 1,3 juta.

“Setiap TKA wajib membayar pajak per bulan per orang yakni 100 dolar AS. Itu merupakan beban perusahaan. Dan kami optimistis akan mencapai target di tahun 2017 ini, bahkan mungkin melebihi,” tukasnya.

Dynda Wahyu Wardhani