JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo 41 Feeder Batik Solo Trans Dioperasikan Bulan Depan

41 Feeder Batik Solo Trans Dioperasikan Bulan Depan

141
BAGIKAN
Joglosemar|MAksum Nur Fauzan -Siswa SMP Negeri 27 menaiki  Bus Batik Solo Trans (BST) sesaat sesudah peresmian armada baru di Depan Balaikota Solo, Jumat (4/11).
Joglosemar|MAksum Nur Fauzan
-Siswa SMP Negeri 27 menaiki Bus Batik Solo Trans (BST) sesaat sesudah peresmian armada baru di Depan Balaikota Solo, Jumat (4/11).

SOLO – Pemerintah Kota Surakarta segera mengoperasikan 41 unit sarana angkutan pengumpan minibus (feeder) pada Februari mendatang.

Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta telah merencanakan akan ada dua koridor baru, yakni Perumnas Mojosongo-Semanggi (pulang-pergi) serta Kadipiro-Solo Baru (pulang-pergi).

Rencana itu mendapat tanggapan dari kalangan DPRD Kota Surakarta. Penetapan rute baru dinilai harus melalui kajian bersama para pengusaha yang tergabung dalam koperasi selaku sebagai operator atau pihak yang mengoperasikan. Pasalnya, jika tidak melalui kajian yang matang dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan.

Wakil Ketua Komisi III DPRS Kota Surakarta, Sugeng Riyanto mengatakan jika Dishub menginginkan jalur yang dilalui feeder dapat komprehensif dan terkoneksi dengan jalur BST, kendalanya para pengusaha angkutan yang tergabung dalam koperasi telah memiliki rute sendiri-sendiri.

“Dishub harus mempertimbangkan suara dari koperasi angkutan yang akan menjalankanya. Apalagi mereka dulu pernah meminta tidak ada perubahan trayek,” terang dia.

Lebih lanjut Sugeng meminta kepada pihak Dishub untuk tidak asal memutuskan. Dishub juga diminta melakukan evaluasi bila trayek baru realitanya tidak sesuai harapan pengusaha. Seperti tidak tertutupnya biaya operasional.

Sebelumnya, Kepala Bidang Angkutan Dishub Surakarta, Taufiq Muhammad mengatakan, 41 feeder baru yang didatangkan dari bantuan Gubernur Jawa Tengah dan APBD Kota Surakarta ditargetkan akan mulai beroperasi pada Februari mendatang.

Taufiq mengakui masih terdapat kendala pengoperasian. “Ada kendala dalam pengoperasian feeder masih tarik ulur dalam pembahasan kerja sama. Salah satunya terkait rute,” terang Taufiq.

Disebutkan, kebutuhan feeder sebanyak 250 unit. Saat ini sudah ada 41 unit. “Di tahun 2017, telah dianggarkan dalam APBD untuk pembelian sebanyak 30 feeder dengan alokasi dana Rp 6 miliar,” imbuh dia.

Satria Utama