JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali 7 Warga Kragilan Kena DBD

7 Warga Kragilan Kena DBD

25
BAGIKAN
0501-dbd-1
Ilustrasi

BOYOLALI—Musim penghujan kali ini, masyarakat diminta waspada merebaknya kasus penyakit Demam Berdarah (DBD). Mengingat, serangan DBD mulai terjadi di beberapa wilayah sejak memasuki musim penghujan.

Serangan DBD di antaranya terjadi di wilayah Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo. Sedikitnya tujuh warga di Dukuh Kudu desa setempat, terjangkit penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aides Aigepty tersebut.

“Sudah tujuh orang yang kena di di dukuh kami sejak Desember kemarin,” tutur Indra (27), salah satu warga kemarin.

Menurutnya, serangan bermula pada satu orang kemudian berlanjut pada korban-korban lainnya yang masih tetangga. Bahkan menurut dia, dua korban di antaranya masih harus menjalani perawatan di rumah sakit akhir pekan lalu akibat serangan DBD.

Kondisi ini menurut dia, cukup membuat warga resah, mengingat saat ini masih musim penghujan. Sehingga dimungkinkan terjadi serangan DBD yang lebih luas. Terkait kondisi ini, warga berharap agar pihak terkait bisa memberikan antisipasi lebih lanjut.

Terpisah, Kabid Pengendalian Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Boyolali,   Ahmad Muyazin menegaskan, antisipasi serangan DBD harus melibatkan masyarakat agar lebih efektif. Peran serta masyarakat, terutama dalam menanggulangi DBD dengan gerakan pembasmian sarang nyamuk (PSN) sangat diperlukan.

“DBD harus ditangani bersama, sehingga peran masyarakat sangat diperlukan,” terang dia.

Di sisi lain, bagi masyarakat yang keluarganya mengalami sakit dengan gejala mirip  DBD, diminta agar mengantisipasi dini. Salah satunya yakni tidak berganti-ganti perawatan dokter. Sehingga dapat diketahui pasti siklus atau fase serangan supayan jangan sampai terjadi fase Dengue Shock Syndrome (DSS). Pasalnya, beberapa korban yang tak terselamatkan akibat serangan DBD, salah satunya karena terlambatnya pertolongan.

“Jangan ganti-ganti dokter, karena sulit menentukan fase awal yang menjadi bias,” imbuh dia. # Ario Bhawono