JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo 9000 Warga Solo Terdampak Kekosongan Blangko E-KTP

9000 Warga Solo Terdampak Kekosongan Blangko E-KTP

33
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias ILUSTRASI PEMBUATAN E-KTP
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
ILUSTRASI PEMBUATAN E-KTP

SOLO Sudah tiga bulan terakhir, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surakarta mengalami kekosongan blangko e-KTP.

Alhasil, ada 9.000 warga Solo yang masih menggunakan surat keterangan lantaran e-KTP belum bisa dicetak.

Kondisi ini belum ada solusinya dan masalah ini juga dijumpai di seluruh wilayah di Indonesia. Meski demikian, pihaknya tetap melayani masyarakat yang melakukan perekaman data e-KTP.

Gantinya, warga diberikan surat keterangan selama belum mendapatkan e-KTP.

Bahkan, surat tersebut sah digunakan untuk semua administrasi, termasuk pengurusan Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan lainnya.

Kepala Dispendukcapil Surakarta, Suwarta menegaskan pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. “Sejak November 2016 hingga saat ini, blangko masih kosong. Imbasnya, ada 9.000 e-KTP belum bisa dicetak,” kata dia, Senin (9/1/2017).

Pihaknya juga sudah melaporkan hal itu ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hanya saja, hal ini masih terkendala masalah lelang pengadaan blangko.

“Informasi yang kami terima, lelang pengadaan blangko paling cepat selesai pada Februari mendatang. Dengan demikian, kami tetap mengeluarkan surat keterangan kepada masyarakat yang melakukan perekaman data,” papar dia.

Apalagi, selama dua bulan terakhir Pemkot Surakarta mendapatkan banyak permintaan perekaman data e-KTP dari warga. Kondisi ini pun sebenarnya sudah terbantu dengan fasilitas perekaman data di lima kecamatan se-Surakarta.

Awalnya, pemkot hanya menerima permohonan rekan data sekitar 120 orang. Namun, sejak dua bulan lalu melonjak drastis menjadi 600 orang. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab Pemkot kehabisan blangko e-KTP.