JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Anak-anak Difabel Ini Ajak Warga Memperkuat Kebhinnekaan

Anak-anak Difabel Ini Ajak Warga Memperkuat Kebhinnekaan

20
BAGIKAN
2301 - YPAC
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
BERMAIN MUSIK—Siswa Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surakarta menampilkan pertunjukan musik di Solo Car Free Day (22/1/2017). Penampilan musik tersebut untuk melatih kepercayaan diri siswa.

Anak-anak Yayasan Pendidik Anak Cacat (YPAC) Surakarta mengajak pengunjung Car Free Day memperkuat kebhinnekaan, Minggu (22/1/2017) pagi.

Uniknya ajakan itu dikemas dengan penampilan seni musik yang ditampilkan para siswa binaan YPAC Surakarta.

Bertempat di depan rumah makan Adem Ayem, Jalan Slamet Riyadi, YPAC Music Percussion menampilkan satu lagu mandarin beserta puluhan lagu Indonesia bergenre pop.

Sebelum menampilkan lagu Mandarin, Sugian Noor guru pembimbing sekaligus guru para personel YPAC Music Percussion mengajak masyarakat untuk menjaga kebhinnekaan di Indonesia, khususnya di Kota Solo.

“Kebhinnekaan di Indonesia harus selalu dijaga sampai kapanpun. Persatuan dan kesatuan sebuah bangsa merupakan dasar yang nyata dalam membangun bangsa,” seru Sugian yang disambut riuh tepuk tangan para pengunjung CFD yang menyaksikannya.

Kepada Joglosemar, di sela-sela kegiatan itu, Sugian menyampaikan, salah satu pesan dari acara ini adalah mengajak masyarakat untuk menjaga kebhinnekaan.

Menurut dia, menjaga persatuan juga menjadi bentuk nyata dalam menjaga toleransi antarumat beragama di Indonesia. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk benar-benar menjaga kebhinnekaan Bangsa Indonesia,” terang Sugian.

Di sisi lain, lanjut Sugian, kegiatan yang digelar di CFD juga bermaksud mengajak masyarakat untuk mencintai seni musik karya anak bangsa Indonesia.

Ditegaskannya, meski dengan keterbatasan fisik, para siswa YPAC Surakarta berupaya memainkan perpaduan alat musik menjadi lagu yang indah.  “Kami ingin mengajak masyarakat untuk mencintai karya seni anak bangsa,” terang dia

.
Pantauan Joglosemar, di salah satu sudut lokasi tepatnya di depan rumah makan Adem Ayem, Jalan Slamet Riyadi, puluhan orang terlihat fokus menyaksikan penampilan YPAC Music Percussion.

Mereka terlihat sangat menikmati dan menjadi saksi kepiawaian belasan anak dengan keterbatasan fisik yang memainkan keyboard, bass, gitar, dan juga beberapa anak memainkan berbagai barat bekas yang dimanfaatkan menjadi alat musik.

Para siswa PAC Music Percussion memang telah membuktikan kemampuan mereka meski dengan keterbatasan fisik.  Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 07.00 WIB-08.30 WIB.

“Kegiatan ini juga bertujuan agar para penyandang cacat mempunyai tingkat kepercayaan diri dan tidak minder dalam hidup di tengah masyarakat,” imbuh Sugian.

Satria Utama