JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Anak Jalanan Ini Selalu Bawa Sajam, Untuk Apa?

Anak Jalanan Ini Selalu Bawa Sajam, Untuk Apa?

71
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

BOYOLALI—Razia terhadap anak jalanan, pengemis, gelandangan, dan pengamen terus dilakukan jajaran Satpol PP Boyolali. Dalam razia yang dilakukan Selasa (17/1), petugas mendapati dua Anak Jalanan (Anjal) yang berkeliaran dengan berbekal Senjata Tajam (Sajam).

Kedua Anjal ini yakni JH (16) warga Klaten, dan HR (17) warga Sragen. Mereka diamankan petugas Satpol PP di pertigaan Bangak, Kecamatan Banyudono. Barang bukti Sajam yang diamankan dari keduanya yakni pisau belati, obeng, serta besi tumpul.

Mendapati itu, petugas pun langsung mengamankan keduanya dan meminta keterangan lebih lanjut. Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko, mengatakan pihaknya sempat berencana menyerahkan mereka ke kepolisian karena membawa Sajam. Namun lantaran keduanya masih anak-anak, pihaknya memilih untuk membawa mereka ke panti rehabilitasi.

“Pertimbangannya karena mereka masih anak-anak, sehingga kami kirim ke panti rehabilitasi di Tawangmangu, Karanganyar,” ungkap Tri Joko.

Dari keterangan keduanya, mereka sudah beberapa hari berkeliaran di sepanjang jalan Solo-Semarang. Sementara itu, razia juga dilakukan petugas dengan menyisir kantung-kantung pengamen, gelandangan, serta orang terlantar. Beberapa lokasi yang sering dijadikan tempat mangkal, di antaranya yakni di perempatan Ngangkruk, Banyudono, serta sejumlah titik lokasi lainnya.

Hanya saja, di beberapa titik yang biasa digunakan mereka mangkal, ternyata Satpol PP tak menemukannya. Meski demikian, Tri Joko menegaskan pihaknya akan menggiatkan razia. Hal ini dikarenakan sejak beberapa waktu lalu, banyak laporan yang menyebutkan lokasi tersebut digunakan sebagai tempat mangkal Anjal.

Tri Joko menegaskan, razia ini sesuai dengan Perda No 5/2016 terkait Ketertiban Umum. Tri Joko menambahkan, razia akan digelar sewaktu-waktu mengingat meski sering dilakukan, namun banyak pula yang membandel, dan kembali beroperasi terutama di persimpangan lampu merah jalan raya. # Ario Bhawono