JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Anggaran Flyover Manahan Munculkan Dilema

Anggaran Flyover Manahan Munculkan Dilema

30
BAGIKAN
ilustrasi flyover | Joglosemar/Rudi Hartono
ilustrasi flyover | Joglosemar/Rudi Hartono

SOLO – Kepastian soal anggaran proyek fly over Manahan justru memunculkan dilema. Sinyal pemerintah pusat untuk mengucurkan anggaran penuh berpotensi meredup lantaran terganjal regulasi.

Status titik lokasi pembangunan Jalan Dr Moewardi sebagai jalan kota membuat pemerintah pusat tak bakal bisa turun tangan sepenuhnya.

“Kendalanya, karena itu jalan kota maka pusat tak bisa turun tangan. Sekarang sedang dibahas bagaimana untuk mengatasinya. Kalau harus kerja sama, artinya dibagi dua. Tapi bagaimana mekanismenya?” ujar anggota Komisi II DPRD Kota Surakarta, Quatly Abdulkadir Alkatiri, Senin (23/1/2017).

Quatly mengatakan, pemerintah pusat sebenarnya masih bisa memberi opsi anggaran lewat Dana Alokasi Khusus (DAK). Dengan syarat, semua dana dialokasikan untuk satu paket pekerjaan.

“Tapi kita terlanjur masukkan Rp 30 miliar, nanti pusat masukkan anggaran lewat apa? Kalau tetap di-handle pemkot, maka tentu akan ditambah lagi. Tak mungkin membikin fly over dengan anggaran sebesar itu,” sebutnya.

Hanya saja, apabila opsi alokasi DAK bisa dilakukan, tak pelak anggaran Rp 30 miliar berdasar APBD hanya akan menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).

Padahal, pemkot cukup banyak mengepras anggaran kegiatan lain yang cukup mendesak, demi merealisasikan proyek fly over.

Di sisi lain, legislator juga masih menanti soal detail engineering design (DED) fly over Manahan. Pasalnya, mereka belum mendapat laporan apapun semenjak menggelar pertemuan dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dua pekan lalu.

“Setelah rapat kita dijanjikan DED jadi. Tapi sekarang mana? Kalau memang sudah jadi, tolong perlihatkan. Kita ingin tahu bentuk dan aksesnya seperti apa. Apalagi Dinas Perhubungan juga butuh untuk dasar kajian analisis dampak lalu lintas,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Surakarta, Ginda Ferachtriawan.

Putradi Pamungkas