JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Aset dan Nama Desa di Wonogiri Bakal Diatur Perda

Aset dan Nama Desa di Wonogiri Bakal Diatur Perda

47
BAGIKAN
Joglosemar | Aris Arianto Bupati Wonogiri Joko Sutopo berbincang dengan sejumlah petani Desa Sendangangung Kecamatan Giriwoyo, baru-baru ini.
Joglosemar | Aris Arianto
Bupati Wonogiri Joko Sutopo berbincang dengan sejumlah petani Desa Sendangangung Kecamatan Giriwoyo, baru-baru ini.

WONOGIRI—Aset yang dimiliki desa di Wonogiri bakal diatur dalam peraturan daerah (Perda). Hal yang sama juga berlaku untuk nama dan kode desa.

Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD Wonogiri, Jarmono mengungkapkan, penyelenggaraan pemerintahan desa melalui pengelolaan aset desa perlu dioptimalkan.

Aset desa tersebut dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan warga.

Pengelolaan aset meliputi perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penghapusan, penilaian, maupun penatausahaan.

Namun disayangkan, pada kenyataannya pengelolaan aset desa belum berjalan di Wonogiri. Pasalnya, belum ada pedoman berupa regulasi.

“Selama ini masih banyak aset desa yang terabaikan. Baik dari sisi administrasi, bukti kepemilikan, pemanfaatan, dan lainnya,” ungkap Jarmono dalam rapat paripurna di gedung DPRD setempat, Kamis (26/1/2017).

Lantaran hal itu, DPRD berinisiatif menyusun rancangan Perda tentang pengelolaan aset desa. Dengan adanya regulasi yang pasti, nantinya diharapkan bisa menjadi pedoman pemerintah desa di 251 desa di wilayah Wonogiri dalam pengelolaan asetnya.

Jarmono menyebutkan, sejumlah aset yang bisa dimiliki sebuah desa di antaranya yakni tanah kas, pasar desa, pasar hewan, bangunan desa, hutan desa, mata air, pemandian,dan aset lain yang diperoleh dari hibah ataupun seterusnya.