JOGLOSEMAR.CO Opini Refleksi Atasi Harga Cabai dengan Memberdayakan Kluster

Atasi Harga Cabai dengan Memberdayakan Kluster

56
BAGIKAN
1601 - Cabai-1
Ilsutrasi

                Melonjaknya harga cabai beberapa waktu belakangan ini, ternyata telah membawa hikmah tersendiri. Beberapa stakeholder bun merasa terpanggil untuk bahu membahu mencari upaya guna menekan harga cabai yang melonjak di pasaran.

                Sebagaimana diketahui, harga cabai di pasaran bisa mencapai seratusan ribu rupiah lebih per kilonya. Gejala kenaikan harga cabai ini sebenarnya sudah menjadi pencermatan  dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Solo Raya. Sejak akhir tahun 2016 kemarin, TPID telah melakukan pemetaan, dan telah merumuskan beberapa   formula.

                TPID Solo Raya telah mengundang para distributor cabai untuk memetakan dan mengantisipasi agar kenaikan harga cabai tidak semakin meroket, apalagi sampai memicu  inflasi. Dalam pencermatan itu ditemukan bahwa naiknya harga cabai lebih disebabkan oleh faktor alam, yakni curah hujan yang berlebih.

Dalam pertemuan tersebut diketahui bahwa cabai yang dijual di Solo didatangkan  dari  Banyuwangi, Jember dan Madura. Hanya saja, ketiga daerah penyokong kebutuhan cabai di Solo tersebut belakangan ini lagi mengalami penurunan produksi, sehingga menghambat pengiriman cabai ke Solo.

                Sebagai salah satu alternatif solusi agar tidak terjadi kelangkaan cabai, TPID Solo Raya berupaya mendatangkan stok cabai dari daerah lain, yakni dari Jombang, Boyolali dan Wonogiri. Alternatif tersebut mengambil daerah yang dekat agar dari sisi biaya transportasi juga tidak terlalu tinggi.

Tak hanya TPID Solo Raya yang tak berpangku tangan. Korem 074/Warastratama  Surakarta sebagai lembaga keamanan negara pun ikut cancut taliwondo membantu masyarakat. Tanggal 10 Januari kemarin, Danrem Surakarta, Kolonel Inf Maruli Simanjuntak MSc telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya dari tingkat Kodim hingga Koramil se wilayah Surakarta untuk membudidayakan tanaman cabai.

Budi daya tersebut dapat dilakukan minimal di halaman rumah masing-masing. Danrem mengatakan, penanaman cabai cukup sederhana dan tidak memakan lahan yang luas. Cabai dapat ditanam di lahan yang sempit. Penanaman cabai dilakukan di lahan yang tidak terpakai hingga pemanfaatan polybag. Dengan masa panen antara 2,5 sampai 3 bulan, hal itu dapat dijangkau oleh masyarakat.

Penanaman cabai secara serentak tersebut pada intinya bertujuan untuk menekan tingkat kebutuhan cabai di pasar lantaran masyarakat sudah mampu secara mandiri memenuhi kebutuhannya sendiri. Penurunan tingkat permintaan ini  pada gilirannya diharapkan dapat menekan harga cabai di pasaran, lantaran stok cabai sedang menurun akibat cuaca yang tidak mendukung.