JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Baca Ini! Pesan Seno soal Proyek jalan Tol

Baca Ini! Pesan Seno soal Proyek jalan Tol

443
BAGIKAN

1901-ono-foto boyolali-tol

Joglosemar/Ario Bhawono

JALAN TOL—Seorang anak bermain di Jalan Tol Solo-Kertosono di dekat titik temu dengan ruas Tol Semarang-Solo di Denggungan, Kecamatan Banyudono, Rabu (18/1).

 

BOYOLALI—Bupati Boyolali, Seno Samodro, meminta pembangunan proyek Jal Tol Semarang-Solo dan Solo-Kertosono selesai tepat waktu. Pelaksanaan proyek jalan tol yang melintasi wilayah Boyolali itu ditarget Juni 2018.

Demikian disampaikan Bupati saat sosialisasi terkait proyek jalan tol bersama para pemangku kepentingan kemarin. Bupati menegaskan, semua pihak harus mendukung proyek nasional tersebut karena keberadaannya sangat penting untuk pembangunan Indonesia secara umum.

“Semua pihak harus mendukung dan bisa memenuhi harapan Presiden Joko Widodo. Jalan Tol Semarang-Solo dan Solo-Kertosono harus sudah tersambung Juni 2018 nanti,” ungkap Bupati di depan kontraktor pelaksana, badan usaha operasional maupun konstruksi, serta jajaran instansi vertikal yang ada di Boyolali termasuk camat.

Demi keberhasilan proyek tol ini, Bupati meminta agar semua pihak berkoordinasi. Dengan demikian, jika muncul kendala dapat diantisipasi sedini mungkin. Selain itu, para camat yang wilayahnya dilintasi tol, kiga diminta untuk memfasilitasi kades-kades memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Bangun koordinasi yang baik, jika ada kesulitan laporkan ke Bupati akan langsung ketemukan dengan pemangku kepentingan yang ada,” jelas dia.

Boyolali merupakan titik pertemuan dua ruas proyek jalan tol di atas, tepatnya di Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono. Total panjang tol di wilayah Boyolali mencapai 19,85 km dan melintasi lima kecamatan (Ampel, Boyolali Kota, Mojosongo, Teras, Banyudono, dan Ngemplak).

Diharapkan jalan tol tersebut bisa mulai beroperasi Juli 2018 dan dioperasikan secara penuh pada September 2018. Saat ini, pengerjaan proyek tol dimungkinkan segera dikebut menyusul hampir selesainya proses pembebasan lahan yang terkena proyek tol.

Menurut panitia pengadaan tanah, Wartomo, yang juga Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali, proses pembebasan lahan sudah mencapai 98,3 persen. Sisanya kebanyakan merupakan tanah kas atau wakaf yang saat ini tengah proses pembebasan.

Sementara menurut staf PPK Lahan Tol, Pmaruzzaman, terkait proses pembebasan lahan, terdapat 68 bidang yang harus dikonsinyasikan melalui Pengadilan Negeri (PN) setempat. Dari 68 petak tersebut, mayoritas berada di wilayah Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota. # Ario Bhawono