JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Bandar Sabu LP Sragen Lolos Hukuman Mati

Bandar Sabu LP Sragen Lolos Hukuman Mati

243
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN– Bandar sabu yang pernah mengendalikan peredaran dari balik Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Sragen, Amirul Huda (25), lolos dari hukuman mati. Napi asal Kampung Bedas Utara, Dadapsari, Semarang yang saat ini mendekam di LP Sragen hanya divonis enam tahun penjara.

Amirul Huda (25) dijerat perkara kepemilikan sabu seberat 48 gram pada penangkapan tahun 2016. Vonis itu dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, belum lama ini.

Kejari Sragen, Herrus Batubara melalui Kasie Pidana Umum, Dananjaya Widiharsono mengungkapkan sidang sudah digelar di PN Sragen dengan putusan akhir, terdakwa divonis enam tahun penjara.

Kemudian ditambah denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan. Pembacaan putusan dilakukan oleh majelis hakim PN Sragen dengan Kusmini sebagai jaksa penuntut umum dari Kejari Sragen.

“Vonisnya tidak jadi hukuman mati. Tapi divonis enam tahun denda Rp 600 juta subsider enam bulan,” papar Danan, Minggu (22/1/2017).

Vonis itu juga sedikit mengejutkan lantaran dalam kasus ini, jaksa sempat menyebut terdakwa sebenarnya berpeluang diancam dengan hukuman mati. Namun Danan tidak begitu detail menjelaskan pertimbangan majelis memvonis ringan bandar sapu di LP Sragen tersebut.

Ia hanya menyampaikan saat ini jaksa tinggal menunggu salinan petikan putusan tersebut. Sebelumnya, ia menyampaikan dari perkara limpahan dari Kejati itu, terdakwa memang dijerat tiga pasal berlapis. Yakni pasal 114 ayat 2, 113 ayat 2 dan 112 ayat 2 UU Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Amirul ditangkap Polda Jateng berdasarkan hasil pengembangan atas penangkapan dua tersangka warga Semarang berinisial S dan A di Semarang pada medio 2016 silam. Kedua pengedar itu ditangkap saat dalam perjalanan seusai mengambil paketan di kantor pos Semarang yang ternyata di dalamnya berisi sabu seberat 48 gram.

Dari penangkapan S dan A, tim Polda kemudian mencokok Amirul Huda di LP Kelas II A Sragen untuk ditangkap dan dibawa ke Polda Jateng. Saat diamankan, Amirul menghuni blok E di kamar 4 yang merupakan blok napi kasus narkoba.

Selain barang bukti paket sabu, Polda juga menyita sebuah handphone milik Amirul. Handphone itulah yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan jaringan pengedar sabu di luar dan sekaligus mengendalikan peredaran dari dalam LP. Wardoyo