JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Banjir, Longsor dan Angin Lisus Berurutan Terjang Boyolali

Banjir, Longsor dan Angin Lisus Berurutan Terjang Boyolali

1342
BAGIKAN
Joglosemar/Ario Bhawono RUMAH RUSAK : Salah satu rumah warga Desa Trosobo,. Kecamatan Sambi, yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang dilanda puting beliung akhir pekan kemarin.
Joglosemar/Ario Bhawono
RUMAH RUSAK – Salah satu rumah warga Desa Trosobo,. Kecamatan Sambi, yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang dilanda puting beliung, kemarin.

BOYOLALI – Selama tiga hari, Jumat-Minggu (14-15/1/2017), sejumlah wilayah Boyolali diterjang angin kencang atau lisus. Selain lisus, sejumlah rumah terkena bencana tanah longsor, dan dua lainnya tergenang banjir.

Angin kencang di antaranya melanda Desa Trosobo, Kecamatan Sambi, Jum’at (13/1/2017) sore dan menyebabkan tiga rumah warga Dukuh Grenjeng, rusak akibat tertimpa pohon ambruk.

Rumah yang rusak berat adalah milik Mugimin dengan kerugian hingga Rp 50 juta. Kemudian rumah rusak ringan menimpa kediaman Rokim dengan nilai kerugian Rp 3 juta dan rumah milik Dumiyati dengan nilai kerugian sebesar Rp 2 juta.

Terjangan angin berlanjut pada Sabtu (14/1/2017) malam hingga Minggu (15/1/2017) dini hari. Kali ini kawasan Boyolali Kota yang diterjang angin yang terjadi sejak pukul 23.00-00.15 WIB. Terjangan angin juga menyebabkan satu rumah warga Penggung rusak akibat tertimpa pohon tumbang.

“Suara anginnya bergemuruh, tak hanya di atas saja, tetapi juga terdengar sampai ke bawah,” tutur Rodin (40), warga Sunggingan.

Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Nur Khamdani, menyebutkan rumah yang rusak tetimpa pohon tersebut milik Sutarno, warga Dukuh Banjarsari, Penggung, Boyolali Kota. Warga dibantu tim SAR BPBD dan relawan, bekerja sama menyingkirkan pohon dan memperbaiki rumah yang rusak.

Sementara itu sejumlah pohon tumbang dan menghalangi jalan. Salah satunya yakni pohon beringin yang berada di Jalan Prof Suharso atau di sebelah timur Terminal Bus Sunggingan.

Mengantisipasi kondisi, tim BPBD Boyolali bersama sejumlah relawan langsung bergerak cepat menyingkirkan batang pohon yang tumbang menghalangi jalan.

Sementara petugas juga mengatur lalu lintas agar kendaraan, terutama dari arah Semarang tidak terjebak di jalur lingkar utara.

“Upaya evakuasi pohon yang tumbang dilakukan hingga dini hari, dan akhirnya sekitar pukul 04.00 WIB jalur lingkar utara sudah bisa dilewati lagi,” terang Khamdani.