JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri BANJIR WONOGIRI : Puluhan Rumah di Nguntoronadi dan Tirtomoyo Terendam

BANJIR WONOGIRI : Puluhan Rumah di Nguntoronadi dan Tirtomoyo Terendam

278
BAGIKAN
Foto : BPBD Wonogiri SEMPAT TERENDAM-Genangan banjir sempat merendam rumah warga di Kecamatan Tirtomoyo, Kamis (5/1/2017)
Foto : BPBD Wonogiri
SEMPAT TERENDAM-Genangan banjir sempat merendam rumah warga di Kecamatan Tirtomoyo, Kamis (5/1/2017)

WONOGIRI – Bencana banjir kembali melanda wilayah Wonogiri, Kamis (5/1/2017). Sedikitnya 34 rumah di dua kecamatan sempat terendam genangan banjir.

Informasi yang berhasil dihimpun Joglosemar menyebutkan, bencana banjir tersebut melanda wilayah Kecamatan Nguntoronadi dan Tirtomoyo.

Di Kecamatan Nguntoronadi, genangan banjir sedalam sekitar 30 sentimeter merendam jalur provinsi Jateng-Jatim di tiga titik berbeda. Sedangkan di Kecamatan Tirtomoyo, banjir melanda di sejumah desa.

Diantaranya Desa Arjosari yang menyebabkan satu rumah yang menjadi satu dengan warung terendam. Di Dusun Laung dan Sunggulan, Desa Tanjungsari, air merendam sembilan rumah.

Di Dusun Nglaran, Desa Banyakprodo sebanyak 13 rumah terendam, di Lingkungan Sembung, Kelurahan Tirtomoyo ada delapan rumah yang terendam. Serta tiga rumah di Dusun Jarum dan Sentono, Desa Sidorejo. Kedalaman genangan bervariasi antara 20-40 sentimeter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto mengungkapkan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu. Pun tidak ada warga yang harus diungsikan.

“Saat ini air sudah surut, rencana pemulihan kembali akan dilanjutkan besok pagi,” ungkap Bambang Haryanto.

Dibeberkan Bambang, banjir dipicu meluapnya anak sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wiroko. Siang hingga sore kedua wilayah tersebut diguyur hujan deras. Genangan terbentuk sekitar pukul 18.00 WIB.

“Kami minta warga tetap waspada, pengguna jalan yang melintas juga harap hati-hati. Untuk kerugian masih kami hitung,” beber Bambang.

Salah satu pengguna jalan, Doni mengaku sempat menghentikan kendaraan beberapa saat di sekitar Jembatan Karangturi, Kecamatan Nguntoronadi.

Dia menunggu genangan air di jalur provinsi Jateng-Jatim surut. “Khawatir kalau mesin mogok,” ujar dia.

Aris Arianto