JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Bantuan untuk “Gadis Kayu” Kedawung Terus Mengalir

Bantuan untuk “Gadis Kayu” Kedawung Terus Mengalir

97
BAGIKAN
DEMI SULAMI—Paguyuban Pamorta Sukowati mengunjungi Sulami di kediamannya. Foto : Wardoyo
DEMI SULAMI—Paguyuban Pamorta Sukowati mengunjungi Sulami di kediamannya. Foto : Wardoyo

Impian Sulami (35), gadis yang menderita penyakit langka hingga dijuluki Manusia Kayu asal Dukuh Selorejo RT 31 RW 11, Mojokerto, Kedawung, untuk bisa sembuh total, akhirnya pupus. Tim dokter menyatakan penyakitnya sangat sulit disembuhkan.

Ya, tim dokter dari RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menyatakan, hampir tidak ada upaya medis yang bisa dilakukan untuk Sulami, kecuali hanya terapi mempertahankan hidup dan mengurangi rasa sakit.

Kesimpulan itu diperoleh setelah pihak DKK dan RSUD melakukan pemeriksaan dan penanganan, termasuk berkonsultasi dengan tim ahli tulang dari luar Sragen.

“Pemeriksaan sudah, konsultasi ahli juga sudah. Tapi untuk sembuh total tetap tidak bisa. Solusi terakhir, hanya bisa rawat jalan. Itupun terapi poliaktif untuk mengurangi rasa sakit. Kalau tulangnya sudah nggak bisa ditangani karena sudah menyatu,” papar Kabid Pelayanan Kesehatan DKK, dr Joko Puryanto, kepada Joglosemar, Minggu (22/1/2017).

Menurutnya, kondisi tulang belakang Sulami sudah mengeras dan menyatu, dan memang nyaris tak bisa ditangani secara medis.

Karenanya, tim menyimpulkan jalan terakhir dengan penanganan life saving dengan memberikan obat rawat jalan untuk memperpanjang hidup serta mengurangi sakitnya.

Namun dr Joko memastikan, untuk luka bengkak pada kedua kaki, sudah berangsur membaik. Sedangkan untuk peluang medis, menurutnya dokter juga sudah berupaya maksimal. “Yang penting penanganan rawat jalan terus kita lakukan,” tukasnya.

Di sisi lain, vonis itu justru kian menggerakkan empati terhadap derita Sulami. Minggu (22/1/2017) kemarin, kelompok penyandang disabilitas Sragen yang tergabung dalam Paguyuban Motor Roda Tiga (Pamorta) Sukowati menggalang dana dengan cara urunan untuk didonasikan kepada Sulami.

Meski mereka juga penyandang disabilitas, anggota Pamorta yang diketuai oleh Budiyono, antusias saat menjenguk Sulami dan memberikan donasi. “Tujuannya untuk memberikan semangat kepada Mbak Sulami yang sedang sakit,” ujar Arista, salah satu anggota Pamorta.

Joglosemar | Wardoyo DEMI SULAMI—Aksi tunanetra Sukiyo yang mengamen untuk mengumpulkan uang yang akan diberikan kepada Sulami.
Joglosemar | Wardoyo
DEMI SULAMI—Aksi tunanetra Sukiyo yang mengamen untuk mengumpulkan uang yang akan diberikan kepada Sulami.

Kondisi Sulami juga mengetuk hati salah seorang penyandang tunanetra Sukiyo (29). Warga Dukuh Srimulyo, Bendungan, Kedawung ini memiliki keahlian bermain music. Ia pun rela mengamen di Rumah Makan Joglo, Karangmalang demi bisa menggalang dana untuk Sulami.

Sukiyo mengaku tergerak untuk mengamen karena trenyuh mendengar penderitaan Sulami yang sudah pupus harapan atas penyakitnya.

Aksi mengamen juga dilakukannya sebagai rasa syukur dan sedekah karena masih diberi kesempatan berbuat baik di tengah kondisi fisiknya yang juga tak sempurna.

“Bersedekah tidak harus kaya atau menunggu kaya. Senadyan aku rekasa ternyata jik ana sing luwih rekasa. Makanya saya juga ingin membantu Mbak Sulami meski hanya lewat ngamen ini,” ujarnya kemarin.

Wardoyo