JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Ini Analisa Dokter Soal Penyakit Yang Dialami Gadis “Manusia Kayu” asal Kedawung,...

Ini Analisa Dokter Soal Penyakit Yang Dialami Gadis “Manusia Kayu” asal Kedawung, Sragen

3920
BAGIKAN
BANTUAN PEDULI- Sejumlah pengurus Komunitas Tebu, Komunitas Jarang Pulang, Komunitas PPSS dan Laskar Bengawan saat menyambangi dan memberikan donasi kepada Sulami, gadis “Manusia Kayu” di rumah kecilnya di Selorejo, Kedawung, Minggu (8/1/2017). Joglosemar/yok
BANTUAN PEDULI- Sejumlah pengurus Komunitas Tebu, Komunitas Jarang Pulang, Komunitas PPSS dan Laskar Bengawan saat menyambangi dan memberikan donasi kepada Sulami, gadis “Manusia Kayu” di rumah kecilnya di Selorejo, Kedawung, Minggu (8/1/2017). Joglosemar/yok

SRAGEN- Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menyatakan peluang Sulami (35), gadis asal Dukuh Selorejo RT 31/11, Mojokerto, Kedawung yang mengalami kelumpuhan total dengan tulang belakang mengeras, untuk bisa disembuhkan seperti semula, sangat kecil.

Meski demikian, mereka tak akan menyerah dengan berupaya mengobati luka di kakinya sembari mengupayakan konsultasi ke dokter ahli untuk meraba kemungkinan pengobatan lain.

Hal itu terungkap dari hasil pengecekan tim DKK yang dipimpin Plt Kepala DKK, Hargiyanto bersama Kabid Pelayanan Kesehatan, Joko Puryanto serta Kabid Promkes, Fani Fandani, ke rumah Sulami, Rabu
(11/1/2017).

Hargiyanto mengatakan dari pengecekannya, kondisi tulang Sulami sudah mengalami engsel fusion (engsel menyatu). Dalam bahasa medis, penyatuan ruas-ruas engsel itu biasa disebut Ankylosing Spondylitis atau mengalami bamboo spin. Penyatuan itulah yang membuat tulang pungunng dan tulang belakangnya mengeras sehingga sudah tidak bisa lagi digerakkan.

“Penyebabnya lebih karena faktor penyakit gen atau bawaan. Dibuktikan dengan dia kembar dan kembarannya juga kena penyakit yang sama dan meninggal pada 2012 lalu. Kalau penyakit genetika seperti itu memang agak sulit untuk diketahui apakah karena virus atau apa,” jelasnya.

Hargiyanto mengatakan kondisi kelainan tulang yang dialami Sulami ini sudah sangat serius. Berbeda dengan ketika masih awal-awal, dimungkinkan masih bisa tertangani.  Meski demikian, untuk penanganan jangka pendek Sulami akan segera dirujuk ke RSUD Sragen guna penyembuhan luka di kakinya dulu. Wardoyo