JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Begini Saat Plt Bupati Klaten Jalankan Program Resik-resik Kali

Begini Saat Plt Bupati Klaten Jalankan Program Resik-resik Kali

87
BAGIKAN
Joglosemar | Dani Prima
TURUN KE SUNGAI—Plt Bupati Klaten Sri Mulyani bersama pejabat Pemkab Klaten turun langsung ke Sungai Ujung saat mengikuti gerakan resik-resik kali, Sabtu (1/29).

KLATEN—Pelaksana tugas (Plt) Bupati Klaten, Sri Mulyani memimpin ribuan  warga untuk melaksanakan kegiatan Resik-resik Kali di Sungai Ujung bagian hulu dari Sungai Poitan, tepatnya di Desa Jagalan, Kecamatan Karangnongko, Sabtu (27/1/2017).

Bahkan Sri Mulyani tampak turun langsung ke Sungai Ujung bersama warga untuk ikut kegiatan resik-resik kali tersebut.

Kegiatan diawali dengan apel peserta di halaman SMPN 1 Karangnongko, dihadiri anggota Komisi VI DPR RI Endang Sri Kertati, Sekda Jaka Sawaldi, Asisten Ekonomi dan pembangunan Setda Slamet Widodo, kepala BPBD Bambang Giyanto dan sejumlah pejabat Pemkab Klaten yang lain.

Camat Karangnongko Jaka Supriyanto selaku ketua panitia penyelenggara mengatakan, gerakan peduli sungai Ujung bagian hulu Sungai Poitan dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat sekitar dalam menjaga kelestarian.

Di samping itu juga mengajak masyarakat mengelola sampah dengan benar menerapkan program pengelolaan sampah terpadu, mewujudkan ekonomi kreatif masyarakat daerah aliran sungai dan melestarikan seni budaya tradisional masyarakat pinggir sungai.

“Kegiatan ini mengangkat tema ‘Ayo Kita Wujudkan Kembali Kali Pada Fungsinya dan Saatnya Kita Memerdekakan Kali Dari Sampah’, melibatkan sekitar 3000 peserta. Berasal dari pelajar sekolah sungai, masyarakat daerah aliran sungai ujung bagian Hulu, Srikandi Sungai, relawan dan masyarakat peduli sungai serta,” tuturnya.

Plt Klaten hajah Sri Mulyani ditemui saat acara berlangsung  mengatakan,  gerakan bersih sungai dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan sungai bersih dan sungai rahayu agar keinginan mewujudkan sungai Klaten terbersih didunia segera terwujud.

“Kegiatan ini juga sebagai langkah antisipasi terjadinya banjir, serta untuk mengembangkan sebagai daerah kunjungan wisata air di Klaten,” ujarnya