JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Begini Suasana Kuliah Umum Bersama Bupati Sukoharjo di UMS

Begini Suasana Kuliah Umum Bersama Bupati Sukoharjo di UMS

46
BAGIKAN
Joglosemar | Dwi Hastuti KENANG-KENANGAN- Rektor UMS, Prof Bambang Setiadji sedang memberikan kenang-kenangan kepada Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya (kiri) usai memberikan kuliah umum di kampus setempat, Sabtu (14/1).
Joglosemar | Dwi Hastuti
KENANG-KENANGAN- Rektor UMS, Prof Bambang Setiadji sedang memberikan kenang-kenangan kepada Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya (kiri) usai memberikan kuliah umum di kampus setempat, Sabtu (14/1).

Sukoharjo adalah kota industri. Namun sementara orang menganggap sebagai kota asalnya teroris. Nah, bagaimana Bupati Sukoharjo menepis anggapan miring tersebut?

Hari Sabtu (14/1/2017), mulai pagi hari, aula lantai tujuh  Gedung Induk Siti Walidain Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mulai dipadati oleh ratusan mahasiswa pascasarjana kampus setempat.

Mereka tidak sedang menempuh perkuliahan regular. Pada kesempatan tersebut, ratusan mahasiswa Pascasarjana UMS ingin mengikuti kuliah umum bersama Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya.

Orang nomor satu di Kabupaten Sukoharjo memberikan kuliah umum dengan tema “Kiat Sukses Jadi Bupati”. Namun demikian tidak sedikit yang menjadi penasaran akan berita tersehut.

Sambutan mahasiswa pun sangat luar biasa, hal itu  terbukti kursi yang disiapkan pun semuanya terpakai.

Sementara itu, bahwa perkembangan yang telah dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo selama ini relatife sudah lebih maju. Terutama sekali adalah menjaga dan memulihkan “nama baik” masyarakat Sukoharjo.

Sebagaimana diketahui, selama ini banyak orang menjustifikasi Sukoharjo dengan beebrapa catatan. Sebagai  sosok yang ditekankan adalah bagaimana image negatif  yang sudah terlanjur, itu menjai materi tersendiri yang harus dicermati.

“Padahal tidak seorang pun warga asli sukoharjo. Namun namanya dunia online. Stigma itu bergulir bagai bola salju. Karena itu hal tersebut perlu diluruskan,” ujar Bupati.

Bicara masalah potensi, Sukoharjo merupakan kabupaten industri dan jamu. Bahkan di kawasan Sukoharjo memilik pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara, yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex. Meski sifatnya tradisional, namun Potensi jamu tradisional juga siap diajak menyongsong era modern.

“Termasuk penjual-penjual jamu gendong yang tersebar di pelosok Indonesia umumnya berasal dari Sukoharjo, khususnya kecamatan Nguter. Ini artinya bahwa sejarah itu sebenarnya punya jalannya sendiri untuk bertutur,” terang Wardoyo.

Wardoyo mengaku untuk memberikan perkuliahan kepada mahasiswa ini tidak memerlukan  persiapan khusus. Di UMS, Wardoyo sudah dua kali mengisi kuliah umum sehingga dirinya mengaku tidak lagi grogi.

“Wong ya sudah terbiasa bicara seperti itu. Jadi tidak ada persiapan, ya biasa aja. ” ujar Wardoyo.