JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Bulan Ini, Anggaran Gaji Guru SMA/SMK Mulai Dihentikan

Bulan Ini, Anggaran Gaji Guru SMA/SMK Mulai Dihentikan

125
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SUKOHARJO—Pengalihan aset Sumber Daya Manusia (SDM) guru dan PNS di lingkungan SMA/SMK ke provinsi membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah tidak lagi menanggung gaji para guru tersebut. Berdasarkan kebijakan tersebut, mulai Januari 2017 ini, Pemkab Sukoharjo telah menghentikan beban gaji untuk guru dan PNS tersebut.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Sukoharjo, RM Suseno Wijayanto menuturkan, beban gaji guru dan PNS untuk SMA/SMK sudah dilimpahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Di luar PNS, juga terdapat tenaga harian lepas (THL) yang digaji Pemprov. Namun ada yang dikembalikan ke daerah lantaran tak lolos dalam seleksi.

“Kalau guru dan PNS jelas sudah menjadi kewenangan Pemprov Jateng. Tapi kalau untuk THL tidak semua, karena hanya yang lolos seleksi saja yang masuk,” ujarnya, Rabu (10/1/2017).

Suseno menjelaskan, untuk THl yang tidak lolos seleksi tersebut, maka beban gaji masih ditanggung oleh pemerintah daerah. Jumlah THL tersebut, menurut Suseno tidak terlalu banyak dan telah terdata dari sejumlah instansi yang ada di Sukoharjo.

Pun demikian, Suseno juga tidak bisa memberi kepastian jumlah guru dan PNS yang dialihkan ke Pemprov. Dan perihal pemberkasan untuk gaji guru dan PNS dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Yogyakarta sudah turun.

“Berkas dari BKN terkait dengan data guru PNS di lingkungan SMA sudah turun. Saat ini kami sudah melakukan pemberkasan. Jumlahnya saya tidak hafal, tapi ada sekitar 100-an,” kata dia.

Dengan sudah turunnya pemberkasan tersebut, lanjut Suseno, secara otomatis anggaran untuk pembayaran gaji yang sebelumnya ditangani Pemkab, akan dihentikan dan diambil alih oleh Pemprov Jateng. Dampaknya, diakui Suseno, akan mengurangi Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten.

“Kalau ditanya dengan pengalihan ini apakah akan mengurangi beban anggaran Pemkab, sebenarnya tidak juga. Karena malah DAU dari pusat berkurang,” imbuhnya.

Dynda Wahyu Wardhani