JOGLOSEMAR.CO Foto Desain Berubah, Anggaran Proyek Flyover Manahan Jadi Rp 52 Miliar

Desain Berubah, Anggaran Proyek Flyover Manahan Jadi Rp 52 Miliar

101
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias FLY OVER MANAHAN- Pengendara pengendoar melintas di Jalan Dr Moewardi, Manahan, Solo, Senin (26/12). Rencana di kawasan tersebut akan di bangun flyover.
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
FLY OVER MANAHAN- Pengendara pengendoar melintas di Jalan Dr Moewardi, Manahan, Solo, Senin (26/12). Rencana di kawasan tersebut akan di bangun flyover.

SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memastikan pembangunan fly over Manahan sepenuhnya menggunakan anggaran dari pemerintah pusat (APBN).

Kepastian itu diperoleh Pemkot Surakarta setelah adanya pertemuan dengan pejabat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR).

Kebutuhan anggaran pembangunan fly over pada perlintasan sebidang kereta api (KA) di Manahan mengalami penambahan menjadi Rp 52 miliar dari rencana awal Rp 30 miliar.

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyatakan, penambahan anggaran lantaran adanya perubahan desain fly over. Menurut dia, saat ini pemerintah pusat sedang menyusun review detail engineering design (DED).

“Batas fly over menjadi pertimbangan guna menyesuaikan manajemen rekayasa lalu lintas,” terang Walikota, Senin (9/1/2017).

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Surakarta, Endah Sitaresmi, mengemukakan, dengan adanya kepastian pembangunan fly over Manahan menggunakan dana dari APBN, maka dana yang telah dialokasikan Pemkot Surakarta senilai Rp 30 miliar akan dialihkan untuk kegiatan lain pada APBD Perubahan tahun ini.

Sementara itu, dalam waktu dekat pihak Komisi II DPRD Kota Surakarta segera memanggil jajaran DPU-PR Kota Surakarta. Sekretaris Komisi II DPRD Surakarta, Supriyanto menilai pihak Pemkot Surakarta belum memiliki planing pasti terkait proyek tersebut.

”Pemanggilan ini untuk mengetahui konsep pembangunan fly over Manahan itu seperti apa,” ujar politisi Partai Demokrat, Senin (9/1/2017).

Disebutkan, pihaknya menyoroti konsep pembangunan fly over dengan konsep tiga terowongan yang berada di persimpangan kereta api, kawasan Jalan Hasanuddin dan Samratulangi.

Supriyanto mendesak Pemkot untuk mendampingi pemerintah pusat dalam penyusunan DED pembangunan fly over Manahan. “Kajiannya harus benar-benar matang dan akurat,” imbuh dia.

Satria Utama