JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Dianggap Bisingkan Manahan, Pelaku Balap Motor Minta Solusi Konkret

Dianggap Bisingkan Manahan, Pelaku Balap Motor Minta Solusi Konkret

526
BAGIKAN
Joglosemar/Maksum Nur Fauzan BALAP MOTOR--Sejumlah pembalap mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Balap Motor Jawa Tengah bertajuk King of Battle Road Race & Matic Race di Sirkuit Manahan Solo, Minggu (26/07).
Joglosemar/Maksum Nur Fauzan
BALAP MOTOR–Sejumlah pembalap mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Balap Motor Jawa Tengah bertajuk King of Battle Road Race & Matic Race di Sirkuit Manahan Solo, Minggu (26/07).

SOLO – Pelaku balap motor meminta solusi konkret dari pemerintah kota maupun warga andai suara motor saat latihan di sirkuit semi permanen dianggap mengganggu aktivitas lain di kompleks Stadion Manahan Solo.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Pengkot Federasi Olahraga Balap Motor (FOBM) Solo, Lilik Kusnandar. Menurutnya, meniadakan aktivitas latihan balap di Manahan justru berpotensi menimbulkan masalah baru.

“Warga boleh kok tidak setuju, namun juga tolong diberikan solusi. Kalau kita tidak wadahi mereka, kami takutkan akan muncul geng motor yang malah meresahkan warga. Kalau tidak di sini mau di mana lagi,” ucap, Jumat (20/1/2017).

Lilik kembali mengungkit janji Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk membangun sirkuit di Kota Solo. Namun demikian, ia juga menyadari hal itu tidak bisa jadi prioritas saat ini.

“Tapi nanti jika memang sudah saatnya, pasti semua akan diberikan, kita tunggu saja,” harapnya.

Sebelumnya, sejumlah masyarakat yang beraktivitas di Kompleks Stadion Manahan mengeluhkan kebisingan suara motor balap di arena balap motor di area itu.

Salah satunya Joko M (46) warga Kelurahan Banyuanyar, Banjarsari. Menurut Joko, dirinya mengaku terganggu dengan suara bising motor balap.

Hal senada disampaikan Wulan S (23) yang sedang menemani neneknya jogging di Kompleks Stadion Manahan. Ia mengungkapkan, suara bising motor balap di Manahan sangat mengganggu pengunjung yang telah berusia lanjut.

“Seharusnya dibatasi (penggunaan arena latihan balap motor). Nenek saya tadi mengeluhkan suara bising itu,” terang Wulan.

Namun begitu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Surakarta, Joni Hari Sumantri mengaku tidak bisa memberlakukan larangan penggunaan arena balap motor di Kompleks Stadion Manahan.

Menurut dia, arena latihan balap motor di kompleks Stadion Manahan sebagai sarana publik multifungsi untuk kegiatan olahraga. Satu di antaranya untuk arena balap motor.

“Kita tidak dapat melarang, area latihan balap motor dipandang lebih baik ketimbang memakai jalan raya,” terang Hari saat dihubungi Joglosemar, Kamis (19/1/2017) petang.

Dalam setiap sesi latihan balap motor, ratusan penonton pun berdatangan untuk menyaksikan pebalap profesional, seperti mantan jawara Motoprix, Agus “Iwan” Setiawan berlatih.

Para atlet pun bisa mengasah kemampuan sebelum menghadapi seri balapan tingkat provinsi maupun nasional.

“Tentu sangat terbantu dengan keberadaan sirkuit semi permanen ini. Karena bisa jaga kondisi dengan latihan. Yang muda-muda juga bisa mengasah kemampuannya,” ucap Iwan beberapa waktu lalu

Raditya Erwiyanto | Satria Utama