JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Didemo Warganya, Begini Akhir Nasib Jabatan Kades Wiranto

Didemo Warganya, Begini Akhir Nasib Jabatan Kades Wiranto

211
BAGIKAN
Ratusan warga Hadiluwih menggelar demo di depan balai desa setempat menuntut Kades Wiranto mundur dari jabatannya. Foto : Wardoyo
Ratusan warga Hadiluwih menggelar demo di depan balai desa setempat menuntut Kades Wiranto mundur dari jabatannya. Foto : Wardoyo

SRAGEN– Kades Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Wiranto yang dirundung sejumlah kasus hingga didemo warga, akhirnya dijatuhi sanksi skorsing atau pemberhentian selama tiga bulan oleh Inspektorat Kabupaten Sragen. Inspektur Inspektorat Kabupaten Sragen, Wahyu Widayat mengungkapkan untuk Kades Hadiluwih, kesimpulan hasil pemeriksaan tim memang merekomendasikan Kades Wiranto dijatuhi sanksi skorsing selama tiga bulan.

‘Sudah diterbitkan sanksinya skorsing selama tiga bulan dan jabatan nanti akan dipegang pejabat sementara (PJs,” paparnya Selasa (10/1/2017).

Sanksi itu diberikan atas hasil pemeriksaan terhadap dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa di sejumlah proyek desa dan pengadaan peralatan yang diadukan oleh warga. Tidak hanya itu, skorsing juga dijatuhkan lantaran sebelumnya Kades juga sudah dijatuhi sanksi dua kali surat peringatan (SP) atas indikasi pelanggaran asusila dan pernikahan siri dengan janda warganya dan sempat diarak ke Polsek beberapa waktu silam.

Kades juga diduga telah memotong insentif operasional Ketua RT sebesar Rp 100.000 per triwulan pencairan. Kasus terakhir ini kini juga tengah dalam penyelidikan Polres Sragen.

Terpisah, Kades Wiranto menyampaikan kabar adanya skorsing dan beberapa kabar menyudutkannya memang sudah banyak berembus di desanya. Akan tetapi ia menilai kabar itu tidak benar dan saat ini dirinya masih bertugas. “Memang saya diserang banyak kabar yang dipenjara, diskorsing, ditangkap KPK dan macam-macam. Semua itu fitnah. Tadi dari Polres sudah meriksa dan semua lancar saja,” katanya. Wardoyo