JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Dinas Pertanian Boyolali Minta Petani Waspadai Serangan Wereng

Dinas Pertanian Boyolali Minta Petani Waspadai Serangan Wereng

36
BAGIKAN
ilustrasi kegiatan para petani. Foto : Ario Bhawono
ilustrasi kegiatan para petani. Foto : Ario Bhawono

BOYOLALI—Petani diminta untuk mewaspadai serangan hama wereng. Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali, Bambang Purwadi mengatakan, sejauh ini pihaknya belum belum menerima laporan adanya serangan.

Namun potensi serangan bisa saja terjadi menyusul tingginya tingkat kelembaban udara di puncak musim penghujan saat ini. Menurut Bambang, di musim penghujan seperti saat ini, rentan serangan berbagai jenis hama.

“Serangan hama yang perlu diwaspadai terutama hama wereng coklat dan hama pengerek batang,” ungkap Bambang, Jumat (13/1/2017).

Dijelaskannya, dua jenis hama ini mudah muncul saat tingkat kelembaban sangat tinggi, terutama di musim penghujan. Meski demikian, diakui Bambang di awal tahun ini, pihaknya belum menerima laporan terjadinya serangan hama, khususnya wereg coklat.

Sekalipun demikian, pihaknya meminta agar para petani tidak lengah dan senantiasa rajin memeriksa tanaman padi mereka di sawah.

Salah satu antisipasi agar hama tidak mudah merebak, Bambang meminta agar petani tidak membiarkan lahan pertanian mereka tergenang air cukup lama.

Genangan air tersebut menurut dia bisa menyebabkan tingkat kelembaban tanah menjadi tinggi dan mengundang hama.

“Perbaiki saluran irigasi agar sawah tidak tergenang,” kata Bambang.

Sementara itu serangan hama pengerek batang juga patut diwaspadai petani. Pasalnya, hingga November 2016 kemarin, tercatat serangan hama yang dikarenakan ulat ini, mencapai 126 hektare dari total luasan tanam 6.772 hektare.

Sebaran serangan hama pengerek batang tersebut antara lain di Kecamatan  Sambi ( 35 hektare),  Boyolali Kota ( 22 hektare ) Sawit  (16 hektare), Banyudono (19 hektar). Kemudian Ngemplak (16 hektare), Mojosongo (12 hektar ), Teras (4 hektare ) dan Kecamatan Nogosari (2 hektare).

Dijelaskan Bambang, serangan hama penggerak batang atau dalam bahasa Jawa disebut hama beluk itu, diakibatkan tingginya kelembaban lahan tanaman padi akibat curah hujan yang tinggi. Jika dibiarkan, serangan hama bisa cepat meluas.

“Serangan hama pengerek batang ini menyebabkan bulir padi kopong tak berisi,” imbuh dia.

Ario Bhawono